Pariwisata Harus Patuhi Protokol Kesehatan

44
Kepala Dinas Pariwisata Pariaman, Alfian. (Diskominfo Pariaman)

Untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru, Pemko Pariaman mengikuti diskusi virtual dengan format webinar bertajuk reaktivasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memasuki adaptasi kebiasaan baru.

Webinar digelar oleh Deputi Maritim dan Investasi Kemenko Maritim dan Investasi RI tersebut diikuti oleh bupati dan wali kota seluruh Indonesia, Pemko Pariaman diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman, Alfian.

Alfian menyebut, dalam rangka memasuki adaptasi kebiasaan baru ini, diperlukan kerja sama dan kesamaan langkah dari berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga pemangku kepentingan lainnya, guna mendukung pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia khususnya Kota Pariaman.

Di Kota Pariaman sendiri, pariwisata sudah dibuka sejak sebulan yang lalu, meski begitu tetap terapkan standar protokol Covid-19 atau new normal. Alfian mengaku, sektor pariwisata merupakan jantungnya ekonomi bagi suatu daerah. ”Meskipun secara bertahap, namun objek wisata di Kota Pariaman tetap kita buka agar ekonomi masyarakat kembali menggeliat,” katanya.

Baca Juga:  Angin Kencang, Dua Rumah Ditimpa Pohon: Pemko Segera Tindak Lanjut

Ia mengimbau agar masyarakat dan pengunjung wisata Kota Pariaman sadar dan membiasakan diri dengan pola hidup adaptasi kebiasaan baru ini, harus biasakan gaya hidup sehat. Selain itu, retribusi masuk ke pantai Kota Pariaman tetap diberlakukan hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Pihaknya terus memantau perkembangan pengunjung yang masuk. “Target kinerja Dinas Pariwisata itu adalah berapa jumlah kunjungan wisata dalam setahun, berapa lama wisatawan yang menginap dan berapa uang yang dibelanjakan wisatawan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk iven sosial budaya belum bisa buka, alasannya karena anggaran untuk kegiatan tersebut semuanya sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19. Namun ia meminta kepada pelaku seni budaya tetap mengadakan latihan dan persiapan di tempat komunitasnya masing-masing. (nia)