Lembaga Kesehatan MUI: Kota Pariaman Role Model Kesehatan Syariah

62

Kota Pariaman jadi Role Model Kesehatan Syariah di Indonesia, hal ini insya Allah akan terwujud, ditandai dengan kedatangan Ketua LK MUI (Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia), Dr. M Abid Khumaidi, beserta rombongan di Kota Pariaman, di Balai Kota Pariaman, Kamis (16/12).

Kunjungan LK MUI ini membalas kedatangan Wali Kota Pariaman Genius Umar, ketika memaparkan sekaligus menandatangani nota kesepahaman MoU dan perjanjian kerja sama, Fasilitas Kesehatan (Faskes) berbasis Syariah dengan LK MUI, pada 30 November 2021 lalu.

“Setelah kita mengeluarkan program Faskes Berbasis Syariah ini, baru Kota Pariaman yang menyikapi dengan serius, sehingga LK MUI sepakat menandatangani MoU dan perjanjian kerja sama dengan pemerintah Kota Pariaman,” ujar Abid Khumaidi.

Abid Khumaidi yang juga Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia ini menjelaskan, bahwa konsep Faskes Syariah adalah bagaimana pelayanan diterapkan dengan syarat syariah, seperti bangsal yang membedakan antara perempuan dan laki-laki, begitupun dengan dokter dan perawatnya juga dibedakan antara perempuan dan laki-laki.

“Karena Kota Pariaman yang mengajukan diri dan siap untuk Faskes Syariah ini, karena itu kita berada di Kota Pariaman untuk melihat langsung kesiapan faskes yang ada di Kota Pariaman, mana yang akan kita tentukan untuk menjadi pilot project, sehingga Kota Pariaman satu-satunya nanti di indonesia yang menerapkan Faskes berbasis syariah dan akan menjadi percontohan untuk daerah lainya di indonesia,” tambahnya.

Ketua LK MUI Pusat ini juga menerangkan bahwa nantinya setelah ditentukan salah satu puskesmas atau RS di Kota Pariaman sebagai Faskes yang berbasis syariah, nantinya akan ditingkatkan dengan pengembangan infrastrukturdan SDM, yang akan dibiayai oleh LK MUI.

Sementara itu Genius Umar mengapresiasi dipilihnya Pariaman oleh LK MUI menjadi Role Model Fasilitas Kesehatan berbasis Syariah yang ada di indonesia. “Alhamdulillah, kami Pemerintah Kota Pariaman menyambut baik kedatangan LK MUI Pusat di Kota Pariaman, semoga dengan silaturahmi dan tindak lanjut MoU tentang Faskes berbasis Syariah oleh LK MUI ini, keinginan Kota Pariaman dalam membangun Rumah Sakit (RS) Syariah dapat terwujud,” ujar Genius Umar.

Baca Juga:  Wako Pariaman Sampaikan Nota Penjelasan LPj APBD dan LKPD Audited 2021

Memang dalam pembangunan Faskes Syariah di Kota Pariaman ini, banyak administrasi dan regulasi yang harus kita lakukan, dan tentunya semua itu membutuhkan kerja sama dan sinergi yang intens antara Pemko Pariaman dan LK MUI.

“Ke depan, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ketua LK MUI Pusat tadi, kita akan membentuk tim khusus, yang terdiri dari LK MUI dan Pemerintah Kota Pariaman, dan juga kita akan membuat Peraturan Wali Kota (Perwako), yang nantinya akan ditingkatkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentang Faskes Syariah ini, untuk tahun depan,” ungkapnya.

Genius menambahkan, pihaknya akan melengkapi sarana dan prasarana penunjang, dan dengan adanya nanti RS Syariah di Kota Pariaman, maka akan menjadi multiplier effect yang sangat besar bagi daerah kita, apalagi dengan dukungan dari LK MUI Pusat, dengan keterbatasan anggaran yang kita punya, dukungan dari LK MUI ini sangat kita nantikan untuk membangun Kota Pariaman lebih baik lagi.

“Dengan adanya sarana dan prasarana kesehatan syariah di Kota Pariaman ini, semoga bisa menjadi ladang amal untuk kita semua. Tidak ada lagi ketimpangan dan keraguan masyarakat dalam berobat, apalagi mayoritas penduduk Kota kita adalah muslim, dan yang berobat bukan hanya warga kita saja, tetapi juga masyarakat Indonesia dan luar negeri, karena mereka nantinya akan dilayani dengan pengobatan modern dan juga pengobatan spiritual secara islam,” tutupnya.

Ikut Hadir dalam rombongan LK MUI Pusat ini, Wakil Ketua LK MUI Pusat Dr dr Bayu Wahyudi, Sekretaris Jenderal LK MUI Pusat Dr Ki Agus M Faisal dan Pengurus LK MUI Pusat Dr Budi M Arif, Kepala Dinas Kesehatan Nazifah dan jajaran, Ketua MUI Kota Pariaman Syofyan Jamal, Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kota Pariaman Riko Hariono Saputra, perwakilan OPD yang terkait dan perwakilan Kemenag Kota Pariaman. (*)