Ikuti Rakor Pengembangan Pariwisata Sumbar, Ini Pendapat Wawako Pariaman

3

Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Strategi dan Rencana Aksi Pengembangan Pariwisata Sumatera Barat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Rabu (17/11).

Rakor tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumbar diwakilkan oleh Kepala Biro Perekonomian Setdaprop Sumbar, Irsyad. Dalam sambutannya Irysad mengatakan bahwa salah satu sektor ekonomi Sumbar yang harus didorong adalah sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Dampak terhadap pengembangan pariwisata ialah kunjungan orang banyak dalam pariwisata menjadi pasar bagi UMKM kuliner, fashion dan kriya. Pariwisata memberikan multiplier effect bagi sektor perdagangan, transportasi, pertanian, jasa-jasa dan makan minum,” ujarnya.

“Pariwisata membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar daerah sekitar, pariwisata mendorong kreatifitas masyarakat dan UMKM, pariwisata mendorong tumbuhnya hotel, restoran, kuliner UMKM baru, yang akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat (mendukung program 100.000 wirausaha baru),” lanjutnya.

Sementara itu, Mardison Mahyuddin dalam diskusi tersebut meminta harus ada keseriusan dari pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam melakukan rakor tentang pengembangan pariwisata ini, karena tidak keseluruhan kepala daerah yang hadir dalam rapat ini.

Demi menggenjot sektor pariwisata di tengah pandemi saat sekarang ini, Pemko Pariaman bergerak cepat menjemput bola sehingga pariwisata kembali bangkit usai mengalami keterpurukan.

Buktinya Desa Apar Kota Pariaman masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, ini adalah prestasi terbaik bagi Sumatera Barat khususnya Kota Pariaman sendiri.

Di samping itu, Desa Wisata Apar, Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman juga meraih penghargaan TOP 5 Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Terbaik se-Sumatera Barat (Sumbar). Penghargaan itu diserahkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi dalam apresiasi kelompok sadar wisata tahun 2021 beberapa bulan yang lalu.

“Ini bukti pariwisata yang kembali bangkit, pencapaian ini menjadi prestasi terbaik dan mengharumkan nama Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) di kancah nasional, dengan kata lain kota berjulukan The Sunset City of Indonesia ini sudah diakui sebagai tujuan wisata yang makin diperhitungkan,” tukasnya.

Baca Juga:  Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Pariaman Sudah Akreditasi B

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI), Wahyu Purnama selaku narasumber pada rakor tersebut mengatakan, pertumbuhan ekonomi kita di Sumbar per 6 tahun mengalami penurunan. Terlebih dengan adanya wabah pandemi Covid-19 ini, diperkirakan sekitar 3-4 persen pertumbuhan ekonomi kita menurun.

“Maka, salah satu upaya yang memicu perekonomian Sumbar agar kembali bangkit ialah kunjungan wisatawan ke daerah-daerah,” ujarnya.

Wahyu menyebutkan ada beberapa alternatif yang mempengaruhi dalam perkembangan objek pariwisata di Sumbar salah satunya ialah Kota Pariaman dengan Pantai Gandoriah, Pantai Cermin, Pulau Angso Duo dan lainnya.

Selain itu, pengembangan dan menata objek wisata kawasan jalan baru Gunung Padang, Pantai Air Manis dan Teluk Bayur. Kemudian, pengembangan objek wisata air laut atau kawasan pulau-pulau di Kota Padang (Pulau Pagang, Pasumpahan, Pamutusan, Sirandang, Mandeh, Pantai Cacorok, Pulau Cubadak dan lainnya.

“Pengembangan objek wisata puncak Lawang dan Maninjau, Ngalau Indah, Lembah Harau, Kota Bukittinggi seperti Ngarai Sianok, Kebun Binatang, Tanahdatar: kawasan Istana Pagaruyuang, Desa Pariangan, Padangpariaman: Anai Land, wisata Cruise, Sawahlunto: wisata Heritage, eks tambang batu bara, dan pengembangan desa-desa wisata di berbagai daerah lainnya di Sumbar,” jelasnya.

Menurut Wahyu, ada beberapa strategi pengembangan pariwisata yang lebih terintegrasi dan konkrit yaitu menyusun dan mengintegrasikan roadmap Provinsi dan Kabupaten/Kota, memperbaiki dan melengkapi aspek 3A dan 2P kawasan wisata termasuk kesehatan dan kebersihan.

“Membuat portal digital pariwisata, menyelenggarakan iven pariwisata berskala besar, surat himbauan kepada korporasi agar CSR ke sektor pariwisata, pelatihan dan sertifikasi, promosi, sosialisasi dan publikasi serta mendorong investasi swasta di sektor pariwisata,” pungkasnya. (*)