Dipenuhi Sampah, Kwarcab Pramuka Bersihkan Sungai Batang Air Pampan

33
Kwarcab 16 Pramuka Kota Pariaman membersihkan aliran Sungai Batang Air Pampan dari sampah yang berserakan. (Diskominfo Pariaman)

Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka 16 Kota Pariaman menggelar aksi bersih Sungai Batang Air Pampan, di belakang Kantor PLN Pariaman, Rabu (17/02/2021). Aksi bersih sungai ini dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Pembina Cabang (Kamabicab) 16 Pramuka Kota Pariaman, yang juga Wali Kota Pariaman, Genius Umar.

Genius Umar mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh andalan dan penegak dari Kwarcab 16 Pramuka Kota Pariaman, yang telah membantu tugas Pemerintah Kota Pariaman dalam membersihkan Sungai Batang Air Pampan yang telah dipenuhi sampah.

“Kami selaku Kamabicab, mengucapkan terimakasih kepada andalan dan penegak di Kwarcab 16 Pramuka Kota Pariaman, yang mau kotor-kotoran dan basah-basahan untuk membersihkan Sungai Batang Air Pampan ini, yang merupakan spot water front city, yang dibangun oleh swasta, yaitu Corporate Social Responsibility (CSR) dari PLN dan CSR dari BRI,” ungkap Genius.

Jalur Sungai Batang Air Pampan yang berada di belakang kantor PLN Pariaman ini memang sangat strategis, karena bersebelahan dengan Plaza Pariaman arah ke Pasar Pariaman, sehingga PLN membuat jalur pendestrian di sepanjang sungai mengarah ke Kantor Pos Pariaman dengan diteruskan oleh Pemko, dan BRI membangun pendestrian di arah Plaza Pariaman sampai belakang SMPN 1 Pariaman.

Baca Juga:  Pemko Pariaman Bangun Rumah Singgah Anak Yatim di Cubadak Air

“Kita telah membangun konsep water front city di belakang Kantor PLN Pariaman, dan BRI di depannya, saling berhadapan, tetapi Sungai Batang Air Pampan ini sekarang dipenuhi oleh tanaman dan sampah, karena itu kami menginstruksikan agar organisasi turut membantu Pemko Pariaman dengan bergotong royong di lokasi ini, dan hari ini telah dimulai dengan Kwarcab 16 Pramuka Kota Pariaman,” paparnya.

Lulusan S3 IPB ini juga menginstrusikan kepada lurah Pondok Duo, lurah Kampung Perak beserta Camat Pariaman Tengah, agar dapat membuat imbauan warganya untuk tidak membuang sampah ke sungai.

“Masih rendahnya pemahaman dari masyarakat akan pentingnya sungai, sehingga mereka masih ada yang membuang sampah ke sungai, karena itu kami berharap ke depan agar masyarakat ini dapat dibina untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya, tidak ke sungai lagi,” harapnya. (*/bis)