Punya Peran Strategis, Lembaga Adat Harus Menjadi Mitra Pemda

41
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat Anak Nagari dalam Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru melalui Asosiasi Peraturan Daerah tentang Adaptasi Kebiasaan Baru. (Diskominfo Pariaman)

Plt Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat Anak Nagari dalam Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru melalui Asosiasi Peraturan Daerah tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Lembaga adat nagari adalah lembaga fungsional yang dibentuk masyarakat hukum adat untuk membantu pemerintah daerah dan menjadi mitra dalam memberdayakan, melestarikan dan mengembangkan adat serta mengembangkan adat istiadat yang dapat membangun pembangunan daerah, dan ini tujuannya tentu untuk memberi pemahaman tentang Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah,” ungkapnya.

Diakui Mardison, pemerintah daerah selalu memberikan penguatan-penguatan terhadap peran ninik mamak, bundo kanduang yang regulasinya sebagai cikal bakal untuk penguatan dalam pemerintah sesuai dengan Permendagri Nomor 52 Tahun 2007 dalam pelestarian alam. Selain itu kita juga harus mengacu pada Perda Nomor 6 Tahun 2014 dan Perda Nomor 12 Tahun 2013. Semua itu adalah penguatan tentang peran dan fungsi ninik mamak.

Mardison menuturkan bahwa pemerintah memberi kesempatan dan memberikan yang terbaik bagaimana wadah sebuah ninik mamak, bundo kanduang yang memiliki peran yang sangat strategis.

Baca Juga:  Genius Umar Lepas 6 Orang Peserta Pelatihan ke BBPLK Semarang

“Ada tiga peran lembaga adat yakni sebagai wadah untuk melakukan berbagai pertemuan ninik mamak, penghulu, cadiak pandai dan seluruh tokoh masyarakat dalam rangka untuk menyelesaikan permasalahan,” ulasnya.

Kemudian lanjut Mardison, wadah dalam menyelesaikan sako dan pusako baik di desa/kelurahan maupun yang ada di Kota Pariaman dan berperan sebagai wadah untuk melakukan pembinaan, aspirasi serta sebagai mitra pemerintah yang menjadi sitawa sidingin diberbagai elemen.

Lebih lanjut, Mardison menyampaikan bahwa dalam Adaptasi Kebiasaan Baru yang tertuang dalam Perda Nomor 6 Tahun 2020, peran ninik mamak, bundo kanduang dan semua stakeholder terkait harus berperan dan ikut serta dalam  menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sekarang ini, Kota Pariaman sudah masuk pada zona kuning, dengan upaya dari pemerintah maupun seluruh masyarakat serta peran lembaga adat baik ninik mamak, bundo kanduang dan stakeholder terkait harus berupaya agar Kota Pariaman bisa menuju zona hijau,” pungkasnya. (*)