Abrasi Sungai dan Pantai Mengganas, Genius Umar Temui Komisi V DPR RI

51

Wali Kota Pariaman Genius Umar meminta dukungan anggota Komisi V DPR RI untuk penanggulangan abrasi sungai Batang Mangor dan abrasi pantai di sejumlah titik di Kota Pariaman. Genius berharap masalah penanggulangan abrasi bisa diselesaikan pada tahun ini.

Kepada Padang Ekspres lewat sambungan ponsel Wali Kota Pariaman Genius Umar yang saat ini tengah berada di DPR RI menjelaskan sepanjang bantaran sungai Batang Mangor Pariaman Selatan bagian tebing sungai sebagian sudah ada yang longsor sebagian lagi berpotensi longsor.

Panjang bantaran sungai yang longsor dan rawan longsor sepanjang 14 km mulai dari Desa Pasia Sunua, Desa Sikabu, Desa Marunggi, Desa Kampuangapa dan Desa Balai Kuraitaji.

“Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan karena tak jauh dari bantaran sungai ada rumah-rumah warga. Untuk itu kami meminta dukungan anggota DPR RI agar bisa segera dilakukan pembangunan penahan abrasi di sepanjang bantaran sungai tersebut,” ujarnya.

Permohonan dukungan mengatasi masalah abrasi sungai ini dijelaskan Genius Umar kepada Komisi V Anggota DPR RI, Neng Eem Marhamah.

Ia meminta politisi PKB ini memberikan perhatian khusus kepada Kota Pariaman terutama mengatasi masalah abrasi tersebut. Apalagi abrasi di Pariaman tidak hanya terjadi pada wilayah sungai namun juga terjadi pada wilayah pantai.

Untuk wilayah pantai abrasi terjadi kurang lebih sekitar 7 kilometer, mulai dari kawasan Muaro Pantai Gandoriah Pariaman Tengah hingga kawasan pantai Padangbirik-birik Pariaman Utara. Kondisi abrasi yang cukup parah saat ini berada di Padangbirik-birik.

Baca Juga:  Festival Pantai Hasilkan PAD Rp 319 Juta

“Alhamdulillah anggota Komisi V DPR RI Neng Eem Marhamah memberikan dukungan terhadap masalah abrasi. Hari ini juga tim Dinas PU Kota Pariaman langsung menindaklanjuti dukungan tersebut ke Kementerian PU,” ujarnya.

Langkah meminta dukungan kepada DPR RI  dan Kementerian ini dilakukan Genius karena keterbatasan anggaran di Kota Pariaman. Pembangunan untuk mengatasi abrasi pantai ini menelan anggaran yang cukup besar.

Sementara kondisi abrasi sungai dan pantai tidak membutuhkan solusi cepat, agar tebing sungai tidak terus runtuh hingga mendekati rumah warga. Begitu juga dengan abrasi pantai.

Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Pariaman Nopriadi Syukri kepada Padang Ekspres menjelaskan pola penanggulangan abrasi sungai dan pantai nantinya tergantung jenis kerusakan di masing-masing wilayah.

Pola penanganannya bisa jadi menggunakan batu bronjong atau tiang pancang, disesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Nanti jika usulan penanggulangan bencana  abrasi sungai dan pantai disetujui biasanya ada tim yang turun, jadi mereka yang menentukan pola penanganannya seperti apa,” ujar Nono, begitu ia disapa.

Sementara itu Masrizal, warga Kampuangapa Pariaman Selatan menjelaskan bahwa ia memang berharap sekali adanya bantuan pemerintah untuk mengatasi abrasi di wilayahnya.

“Kalau sudah musim hujan kami warga di sini khawatir ini, karna runtuhan tebing mulai melebar. Tentu kita semua berharap segera ada bantuan penanggulangannya,” ujar pria paruh baya ini. (*)