Kendaraan Masuk Pariaman Diperiksa Ketat, Turunkan Penumpang Berlebih

Wali Kota Pariaman Genius Umar memberikan masker kepada pengendara. (Foto: Diskominfo)

Wali Kota Pariaman Genius Umar bersama seluruh jajaran forkompida termasuk Ketua DPRD dan MUI serta Kemenag bersama-sama meluncurkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pariaman.

“Kami di Pariaman solid dan selalu aksi bersama untuk perangi Covid-19. Hari ini resmi diterapkan PSBB sampai 5 Mei mendatang,”ujar Genius Umar, Rabu (22/4/2020).

Peresmian PSBB Pariaman selain kebulatan tekad pemerintah, TNI dan Polri serta MUI dan Kemenag dan DPRD, juga dilakukan sosialisaai keliling untuk memberitahukan masyarakat.

“Allhamdulillah tingkat kesadaran masyarakat terhadap jaga jarak dan batasi interaksi sosial cukup bagus, bahkan saat sosialisasi tadi ditemukan orang berkumpul langsung tim menegur dan meminta mereka bubar ke rumah masing-masing. Ada yang tidak pakai masker kita kasih masker,” ujar Genius.

Pada masa PSBB ini, Pariaman menerapkan pembatasan ketat terhadap empat pintu masuk ke kota berjuluk sala luak tersebut.

“Semua kendaraan masuk diperiksa ketat, jumlah penumpang hanya boleh tiga orang untuk kendaraan minibus. Kalau berlebih, kita turunkan di pintu masuk. Untuk kendaraan roda dua hanya boleh satu orang,” ujar Genius.(esg)