Anggaran Terbatas Harus Jeli Lihat Bantuan APBN

12
Wali Kota Pariaman Genius Umar. (Diskominfo Pariaman)

Program kerja Kota Pariaman layak menjadi rujukan bagi pembangunan daerah. Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Bustavidia kepada Wali Kota Pariaman Genius Umar.

”Di bawah kepemimpinan Genius Umar, Kota Pariaman mengalami kemajuan dan diperhitungkan di tingkat nasional. Bahkan beberapa waktu lalu wakil presiden RI langsung meresmikan Pasar Rakyat Pariaman,” ujarnya dihadapan jamaah Masjid Raya Pauh Pariaman, Selasa (20/4). Kehadiran Bustavidia di Kota Pariaman merupakan bagian dari Tim Safari Ramadhan (TSR) Provinsi Sumatera Barat.

Pembangunan di Kota Pariaman, sebutnya, tak terlepas dari kerja keras pemimpin Kota Pariaman. Meskipun Kota Pariaman termasuk kota kecil namun bisa berkembang, tak terlepas kepiawaian pemimpin yang bisa menggaet anggaran dari pusat.

Sementara itu Genius Umar menyebut, keterbatasan APBD dan PAD Kota Pariaman membuat ia harus jeli untuk melihat bantuan dan anggaran dari APBN untuk ditarik ke Kota Pariaman. Termasuk CSR dari sejumlah BUMN/ BUMD untuk menopang pembangunan Kota Pariaman. Hal ini yang kemudian membuat pembangunan di Kota Pariaman terus berlangsung.

Baca Juga:  Pariaman Kota Informatif, Genius: PPID Berikan Informasi yang Benar

”Selain itu kami juga fokus untuk pembangunan SDM di Kota Pariaman dengan harapan nantinya meningkatkan kesejahteraan warga Kota Pariaman,” ujarnya.

Diantaranya program bidang pendidikan seperti pendidikan gratis hingga SMA sederajat. Dilanjutkan dengan program satu keluarga satu sarjana, berupa beasiswa bagi keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Dalam hal ini penekanannya adalah pendidikan diploma atau vokasi dengan harapan bisa segera mendapatkan pekerjaan.

Hingga saat ini sudah ada 200 orang mahasiswa program ini yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Kerja sama yang sudah terjalin dengan perguruan tinggi diantaranya Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) Politeknik Negri Padang (PTP), Akademi Tekonologi Industri (ATI) Padang, Politeknik Pelayaran (Poltekpel)Sumbar serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

”Target kami jika anak dari keluarga mampu bisa mengakses pendidikan perguruan tinggi, mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak nantinya. Dengan harapan mampu mengangkat kesejahteraan keluarganya,” ujarnya. (nia)

Previous articleMomentum Perkembangan Wisata, Menparekraf akan Kunjungi Pariaman
Next articleSri Mulyani Pamer Angka-angka