Guru Antarkan Rapor ke Rumah Murid

38
Guru di Kota Pariaman mengantarkan langsung rapor muridnya ke rumah. (IST)

Ada yang beda dengan pembagian rapor di tengah kondisi pandemi saat ini. Di Kota Pariaman guru-guru mengantarkan langsung rapor ke rumah-rumah murid. Seperti yang dilakukan Nelfiati, guru SDN 04 Cubadakair, Pariaman Utara yang mengantarkan rapor murid ke rumah masing-masing. “Sesuai dengan edaran dari Disdikpora Pariaman bahwa kami wali kelas mengantarkan langsung rapor ke rumah siswa. Ini untuk menghindari kerumunan jika rapor dibagikan di sekolah,” ujar Nelfiati yang merupakan wali kelas 4 tersebut.

Ia menyebut, mematuhi protokol kesehatan ketika mengantarkan rapor ke rumah-rumah siswa. Mulai dari menggunakan masker, memakai faceshield hingga membawa hand sanitaizer di tas.  Hal ini sebagai upaya untuk menjaga diri sendiri dan murid yang dikunjunginya.

Ia mulai mengantarkan rapor siswa mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00. Hal ini karena rumah siswa ada yang cukup jauh dari lokasi sekolah. Aksi para guru mengantarkan rapor ke rumah siswa mendapat apresiasi dari Wali Kota Pariaman Genius Umar.

Genius menyebut langkah Disdikpora Pariaman mencegah keramaian disekolah karena pembagian rapor, langkah tepat. Begitu juga dengan kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem online dan menggunakan sistem zonasi, bagian dari memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pariaman.

Dengan sistim zonasi sebut Genius anak bersekolah dari lokasi terdekat dengan rumahnya.
Sementara itu  Kepala Disdikpora Kota Pariaman Kanderi menjelaskan, pengantaran rapor ke rumah ini dilakukan untuk mencegah adanya keramaian dan mengantisipasi pencegahan Covid-19.

“Alhamdulillah berjalan lancar pembagian rapor kerumah. Ini sudah jauh hari kami rencanakan dan persiapkan. Biasanya setelah pembagian rapor, wali murid dan anak – anak akan berkumpul  dan bercerita sesama orangtua, namun tahun ini kita atasi dengan cara ini, jadi orangtua dan anak hanya menunggu gurunya saja dirumah,” ungkapnya.

“Kita telah buat skenario untuk ajaran baru. Semua sekolah harus memiliki thermogun dan tempat mencuci tangan disetiap kelas. Pembelajaran akan dibuat seminggu disekolah dan seminggu di rumah. Namun untuk kepastiannya kita masih menunggu keputusan ketua gugus,” tambahnya.

Ia berharap kepada orangtua untuk tetap menjaga anak – anak dan tetap patuh dengan protokol kesehatan.  Ini semua demi keselamatan kita bersama sehingga  jauh dari Covid-19 dan situasi kembali normal. (nia)