PPL Pertanian Siap Bantu Petani Kendalikan Hama

14
PPL di Kota Pariaman menyatakan siap membantu petani mengendalikan hama. (IST)

Dinas Pertanian, Pangan Dan Perikanan Kota Pariaman melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) melakukan monitoring lahan pertanian di Kecamatan Pariaman Selatan, Selasa (23/6/2020).

Adapun tim yang terlibat dalam monitoring tersebut dikoordinatori oleh Mulyadi, didampingi Petugas Penyuluh Lapangan Putri Lisa bersama Pengamat Hama Dan Penyakit Tanaman (PHP) Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, Iqbal.

Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi, saat berada di hamparan persawahan Desa Toboh Palabah, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, mengungkapkan monitoring tersebut merupakan upaya pendataan dalam menunjang hasil panen para petani dan menjemput aspirasi petani yang terkendala akan bahaya dari hama. Baik itu hama tikus, wereng dan ketidak lancaran saluran irigasi air.

“Terkait masih terdapatnya beberapa lahan sawah yang terkena wabah dari hama, baik itu hama tikus, dan wereng. Kita melalui UPT BPP siap membantu petani dan mencarikan solusi terbaik dalam upaya penanggulangan hama,” ungkap Mulyadi.

Namun, jika hama tersebut susah dikendalikan, tambah Mulyadi, menjadi kewenangannya melalui petugas UPT BPP untuk mengkoordinasikannya dengan petugas tambahan dari wilayah Provinsi Sumbar yang disebut dengan petugas Pengamat Hama Dan Penyakit Tanaman (PHP) yang memang ditugaskan untuk wilayah kabupaten/kota dalam Provinsi Sumbar.

Putri Lisa, petugas PPL yang ditugaskan sebagai penyuluh pertanian di Desa Toboh Palabah tersebut mengungkapkan, walaupun saat ini dalam pandemi Covid-19 ditengah masyarakat yang membatasi berbagai aktifitas di luar rumah. “Kita mengharapkan para petani tetap gigih berupaya meningkatkan hasil panen padinya karena ini diyakini mampu menambah nilai ekonomi keluarga petani itu sendiri,” ungkapnya.

Dia menyatakan kesiapannya dalam upaya pendampingan dan konsultasi mengenai upaya petani dalam menggarap sawah dan meningkatkan hasil pertanian.

“Tidak hanya menghadapi pandemi Covid-19, petani saat ini juga menghadapi hama wereng yang menyerang lahan sawah. Untuk itu, secara bersama-sama dan menjalin komunikasi yang baik untuk terus berupaya membantu petani dalam mengatasi permasalahan tersebut, demi terciptanya ketahanan pangan di wilayah lebih luas tentunya ketahanan pangan Negara,” pungkasnya. (*)