Targetkan 178 Akseptor KB di Bulan Ini

16
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman memberikan Alat Pelindung Diri (APD) dan alokon (alat-alat kontrasepsi), obat kesehatan lainnya ke Klinik Keluarga Berencana (KKB) se-Kota Pariaman. (IST)

Pemerintah Kota Pariaman menargetkan 178 akseptor KB di bulan Juni 2020. Sekaligus membantu target 17.388 akseptor KB untuk provinsi Sumbar. Kepala DP3AKB Kota Pariaman Nazifah kepada Padang Ekspres menyebut demi menyukseskan pelayanan serentak sejuta KB se-Indonesia yang akan pecahan rekor Muri dalam rangka memperingati Harganas ke-27 tahun 2020.

Untuk sumbar target akseptor KB mencapai 17.388 dan untuk Kota Pariaman 178 akseptor KB.  Pelayanan serentak ini akan dilaksanakan Senin (29/6) di semua tempat pelayanan KB di Kota Pariaman.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman memberikan Alat Pelindung Diri (APD) dan alokon (alat-alat kontrasepsi), obat kesehatan lainnya ke Klinik Keluarga Berencana (KKB) se-Kota Pariaman. “Hari ini kami memberikan bantuan 40 APD untuk KKB se-Kota Pariaman. KKB yang berjumlah 20 di Kota Pariaman tersebut terletak di beberapa tempat,” katanya.

APD ini diserahkan ke rumah sakit Sadikit Kota Pariaman, RSUD Pariaman, RS Asyiah Pariaman. Termasuk keempat puskesmas di kecamatan dan sekaligus puskesmas pembantu. Hal ini dilakukan bertujuan untuk mensukseskan salah satu kegiatan pada Harganas 2020 yaitu 100 akseptor di Kota Pariaman.

Bantuan berupa APD, masker, handscom, hand sanitizer dan obat yang disalurkan oleh DP3AKB Kota Pariaman yang juga dibantu oleh Dinas Kesehatan Kota Pariaman.  APD ini diterima langsung oleh kepala puskesmas se Kota Pariaman di tempat masing – masing dan pimpinan rumah sakit.

Bantuan  APD ini sebut Nazifah tujuan lainnya untuk melayani masyarakat terutama ibu-ibu dalam pelayanan KB bidan di Kota Pariaman. Hal ini  agar warga tidak putus pakai saat penggunaan alat KB dan agar tenaga kesehatan tetap dapat melayani masyarakat dengan semaksimal mungkin guna mencegah naiknya angka kehamilan apalagi dimasa pandemi Covid-19.

Ia berharap dengan adanya bantuan ini para bidan dapat melayani baik itu pemasangan alat kontrasepsi maupun pelayanan KB yang ada di Kota Pariaman.  Kalau tanpa di dukung APD yang lengkap akan malah mengkhawatirkan petugas kalau pasiennya tidak sehat bisa tertular. (nia)