Banyak Mispersepsi, Yosneli Jelaskan Kebijakan Merdeka Belajar

2

Saat ini masih banyak guru dan orang tua yang keliru atau mispersepsi dalam memahami esensi kebijakan merdeka belajar.

Ada yang mengira kemerdekaan ini berarti kebebasan untuk melakukan apapun, bebas mau belajar atau tidak, bebas mau mengerjakan tugas atau tidak.

Hal itu diungkapkan Ketua DPW Pariaman Yosneli Yota Balad mengutip pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, saat mengikuti webinar “Merdeka Belajar dalam Peta Jalan Pendidikan”, di Ruang Sekretariat TP-PKK Kota Pariaman, Kamis (24/6/2021).

Yosneli mengatakan, apa yang disampaikan Mendikbud-ristek tersebut benar adanya. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini.
Mereka mengira dengan belajar di rumah secara daring/online, mereka bebas tidak mengikuti pelajaran dan belajar.

Begitu juga dengan beberapa orang tenaga pengajar yang sangat santai, bahkan tidak ada sama sekali memberikan pelajaran kepada anak didiknya di rumah.

Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

Esensi kemerdekaan berpikir menurut Nadiem, harus didahului para guru sebelum mereka mengajarkannya kepada anak didik.

Baca Juga:  Angin Kencang, Dua Rumah Ditimpa Pohon: Pemko Segera Tindak Lanjut

Merdeka Belajar merupakan konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing dalam belajar.

Contohnya, anak-anak tidak boleh dipaksa mempelajari sesuatu hal yang tidak mereka sukai.

“Kita sebagai orangtua tentu tidak bisa memaksakan anak-anak kita untuk menyukai apa yang orang tua mereka kehendaki, begitu juga sebaliknya. Jadi inti dari webinar ini adalah pikiran kita tentang esensi kemerdekaan tersebut yang harus diubah. Esensi kemerdekaan itu harus didahului para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi,” jelasnya.

Yosneli berharap Merdeka Belajar bisa berjalan baik di Kota Pariaman. “Tentu saja dengan kerja sama dari kita semua para guru dan orang tua untuk mewujudkannya. Apalagi dengan teknologi sekarang ini kita bisa semakin kreatif dan inovatif,” imbuhnya.

DWP juga akan ikut berperan aktif menyosialisasikan kepada seluruh anggota DWP Kota Pariaman dalam pertemuan bulanan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang perkembangan sektor pendidikan.(rel)