Genius Umar Hadiri Peresmian Gedung PA Aisyiyah dan Gedung ICU & NICU RSAP

7

Wali Kota Pariaman Genius Umar dan Wawako Mardison Mahyuddin, menghadiri “Peresmian Gedung Panti Asuhan Aisyiyah dan Gedung ICU (Intensive Care Unit) serta NICU (Neonatal Intensive Care Unit) Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman (RSAP)” oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi, di Halaman Gedung Panti Asuhan Aisyiyah Kota Pariaman, Minggu (26/6).

Dalam sekapur sirihnya, Genius Umar mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pariaman sangat mengapresiasi segala usaha yang dilakukan Organisasi Aisyiyah, baik dalam hal pembangunan panti asuhan, bidang pendidikan, dan bidang kesehatan.

Berdirinya Panti Asuhan Aisyiyah sebagai lembaga pengganti keluarga dalam usahanya memberikan pelayanan pendidikan informal bagi anak asuh, agar mereka dapat mandiri dalam masyarakat.

Di bidang pendidikan anak-anak panti juga telah mendapatkan pendidikan informal dan non informal dengan baik, sehingga mempengaruhi kepribadian dan karakter anak-anak asuh panti ini menjadi lebih baik lagi.

Di bidang kesehatan RSAP sudah memberikan pelayanana kesehatan dan gizi yang baik untuk anak-anak panti sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat.

“Andil besar yang dimiliki oleh Organisasi Aisyiyah dalam membesarkan Panti dan RSAP sangat luar biasa sekali, apalagi RSAP  merupakan RS Swasta pertama di Kota Pariaman, dan Pioneer lahirnya RS-RS Swasta lainnya di Kota Pariaman, yang terkenal dengan Tabuik-nya ini,” ungkap Genius Umar.

Baca Juga:  Lagi, Pemko Pariaman Kirim 7 Peserta Pelatihan ke BBPVP Bandung

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, peresmian ini merupakan bukti dari Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah, berbuat untuk kemajuan masyarakat, dengan berbagai dinamika, kesulitan dan keterbatasannya.

“Dari peresmian ini, juga ada dua hal penting buat kita pikirkan kedepannya, yaitu tentang penggembangan sumber daya manusia yang sehat tapi juga terdidik dan gizinya juga baik. Ini merupakan tantangan bagi kita buat Indonesia, karena tingkat daya saing kita secara regional itu masih rendah, jadi kuncinya adalah pendidikan dan kesehatan, oleh karena itu Aisyiyah Muhammadiyah, sejak awal bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan. Dan yang terakhir adalah melakukan kolaborasi dengan semua pihak, sehingga anak bangsa ini bisa lebih maju lagi dalam menghadapi persaingan yang semakin kuat ke depannya,” ulas Haedar Nashir. (*)