Genius Umar Terima Bantuan 1 Unit Pusat Daur Ulang Sampah dari Menteri LHK

112

Pemerintah Kota Pariaman menargetkan produksi biji plastik sekitar 4 ton setiap harinya. Pariaman juga merupakan satu dari lima daerah tujuan wisata di Indonesia yang menerima bantuan berupa satu unit Pusat Daur Ulang (PUD) sampah dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK).

“Alhamdulillah karena Pariaman daerah tujuan wisata di Indonesia tentu produksi sampahnya lebih banyak, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membantu satu unit Pusat Daur Ulang (PUD) sampah berupa gedung dan sarana prasarana penunjang,” ujar Wali Kota Pariaman Genius Umar saat dihubungi Padang Ekspres.

Genius Umar menghadiri langsung Peresmian Fasilitas Pengelolaan Sampah dan Rumah Kompos di Gedung Manggala Kementerian LHK, Selasa (26/7).

Peresmian Fasilitas Pengelolaan Sampah dan Rumah Kompos diresmikan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Rosa Vivien Ratnawati.

Untuk Kota Pariaman posisi Fasilitas Pengelolaan Sampah dan Rumah Kompos berada di Tungkal Utara Kota Pariaman, tak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Total nilai bantuan fasilitas PUD ini mencapai Rp 3,6 miliar.

Genius menyebut saat ini pengelolaan sampah di Kota Pariaman ditangani oleh pemerintah daerah dengan segala keterbatasan dalam sarana dan prasarana, belum digunakannya teknologi yang tepat serta mekanisme pengelolaan yang masih konvensional yang membuat pengelolaan sampah belum optimal.

Baca Juga:  DWP: Electrifying Lifestyle Keren

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Lingkungkan Hidup dan Kehutanan khususnya Direktorat Penanganan Sampah Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun atas bantuan PDU sampah yang telah diberikan kepada Pemerintah Kota Pariaman.

Adanya PDU sampah ini Genius menargetkan Kota Pariaman bisa memproduksi biji plastik 4 ton perhari. Saat ini produksi sampah plastik di Kota Pariaman mencapai 20 ton perhari.

Jumlah itu meningkat hingga 40 ton pada hari libur. Sementara untuk sampah organik akan diolah menjadi pupuk kompos. Target Genius, Kota Pariaman bisa menproduksi pupuk kompos hingga 6 ton setiap harinya.

Genius Umar mengungkapkan bahwa setelah peresmian, dilanjutkan dengan serah terima aset dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Pemko Pariaman.

Pada kesempatan tersebut, Ada 5 daerah yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat yakni Kota Pariaman, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Kudus, Kabupten Magelang, dan Kabupaten Minahasa.

Kelima daerah ini merupakan daerah kunjungan pariwisata di Indonesia yang banyak memproduksi sampah. Kota Pariaman merupakan kota wisata  dan harus bersih, maka PDU menjadi solusinya. (nia)