Hampir 80% Warga Pariaman Segera Terima Bantuan Sosial Covid-19

Wali Kota Pariaman Genius Umar. (Foto: IST)

Pemko Pariaman telah menuntaskan verifikasi data masyarakat penerima bantuan jaringan pengaman sosial dampak Covid-19. Sebanyak 19.530 kepala keluarga (KK) dari total 25.486 KK akan terima bantuan.

“Data tersebut sudah kita verifikasi selama dua hari. Hasilnya, hampir 80 persen warga Pariaman mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial tersebut. Kita akan salurkan secepatnya,” kata Wali Kota Pariaman Genius Umar, Senin (27/4/2020).

Data tersebut, kata Genius sudah melalui verifikasi dan rapat finalisasi penganggaran melalui APBD Kota Pariaman dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang dipimpin Sekko Fadli di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Senin (27/4/2020).

Genius menjelaskan, bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi rinciannya ada Program Keluarga Harapan (PKH) 2.220 KK, Program Sembako 1.004 KK, BLT Kemensos 4.800 KK dan BLT Provinsi Sumbar 2.142 KK. Totalnya 10.166 KK.

“Sedangkan dari APBD Kota Pariaman dan Dana Desa sebanyak 9.364 KK warga terdampak akan mendapatkan bantuan,” ungkapnya.

Pemko Pariaman sendiri terus memperhatikan masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan memberikan bantuan berupa sembako maupun uang tunai, baik melalui dana desa maupun APBD.

Bantuan kepada masing-masing KK sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan ke depan. Bantuan disalurkan melalui rekening tanpa biaya administarsi. Petugas bank langsung jemput bola ke tiap desa.

“Masyarakat yang terkena dampak Covid-19 yang menerima terkecuali berstatus ASN, TNI, Polri, pensiunan, kades, perangkat desa dan keluarga sejahtera,” imbuhnya.

Fadil menambahkan, sumber anggaran bantuan 70 persen dari APBD dan 30 persen dari anggaran dari desa maupun kelurahan.

“Untuk kelurahan bagi penerima dampak Covid-19 sebanyak 100 KK dari dana kelurahan, sedangkan untuk desa 123 KK dibantu dana desa dan selebihnya dibantu APBD,” jelasnya.(rel/esg)