Diduga Timbulkan Kerugian Negara, OPD Jalani Sidang MP TPTGR

11
Seorang ASN perwakilan dari salah satu OPD Pemko Pariaman sedang menjalani persidangan MP TPTGR di aula BPKPD, Senin (26/4). (Diskominfo Pariaman)

Untuk pertama kalinya di 2021, Majelis Pertimbangan Penyelesaian Kerugian Daerah (MPPKD) Pemerintah Kota Pariaman menggelar sidang Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MP TPTGR) Kota Pariaman Tahun 2021.

Sidang ini dalam rangka mengembalikan kerugian negara yang muncul akibat tidak cermatnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melaksanakan kegiatan, di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Senin (26/4).

Salah satu OPD di Kota Pariaman, kemarin dinilai telah melakukan pelanggaran dan diduga telah menimbulkan kerugian terhadap negara sehingga diminta harus mengembalikan kerugian itu.

Hakim MPPKD Kota Pariaman dalam persidangan kemarin terdiri dari Ketua Majelis PPKD yang juga Sekkab Kota Pariaman, Yota Balad, didampingi 2 anggota majelis terdiri dari Asisten I Tata Pemerintahan Kota Pariaman, Yaminurizal, dan Kepala Bagian Hukum Setda Kota Pariaman, Indra Samsu, serta Penuntut Umum terdiri dari Kepala BPKPD Kota Pariaman, Buyung Lapau dan Sekretaris BPKPD Kota Pariaman, Adrial.

Ketua MPPKD, Yota Balad seusai sidang mengatakan, sidang MPPKD yang dilaksanakan kali ini merupakan yang pertama digelar oleh Pemerintah Kota Pariaman di Tahun 2021. Dalam sidang ini ada 5 perkara yang disidangkan. Ia menegaskan, sidang ini transparan dan terbuka bagi umum.

“Kami berharap tahun depan bisa mengurangi dampak-dampak negatif dari kegiatan yang diselenggarakan secara asal-asalan dan merugikan negara, dan sidang ini merupakan yang pertama untuk Tahun 202,” ujarnya.

Sebelumnya Pemko Pariaman juga sudah pernah menggelar sidang pada 2020. Hal ini dilakukan untuk memberi pelajaran dan efek jera bagi pelaku, serta mengembalikan kerugian negara akibat perbuatan yang mereka lakukan.

Baca Juga:  Baznas Distribusikan Zakat untuk 484 Guru MDTA

Yota menjelaskan majelis ini ada untuk menyelesaikan temuan-temuan daerah yang tidak bisa diselesaikan oleh pejabat atau pegawai dalam melaksanakan kegiatan. Dengan adanya sidang ini, ia berharap dapat mengembalikan kerugian negara dan kewajiban mereka untuk membayar, dapat secara langsung atau diangsur.

Menurut Yota Balad, hal tersebut merupakan salah satu upaya dalam memenuhi amanat Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003, UU Nomor 1 Tahun 2004, dan UU Nomor 15 Tahun 2004, yang diatur secara berurutan dan memperoleh perhatian khusus dalam pengelolaan keuangan negara/daerah.

“Ketentuan UU juga menegaskan bahwa  kewajiban untuk mengganti kerugian negara/daerah merupakan unsur pengendalian intern yang handal, dilain hal, penyelesaian kerugian negara/daerah diharapkan menjadi pelajaran untuk menimbulkan efek jera bagi pejabat negara, ASN dan pihak ketiga lainnya,” ujar lulusan STPDN ini.

Dasar Majelis PPKD menggelar sidang adalah Perpers No.54 tahun 2010 yang diubah No.4 Tahun 2015 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, Permendagri No.13 Tahun 20 yang diubah No.21 Tahun 2011 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.

Permendagri No.5 Tahun 1997 tentang tuntutan ganti rugi kerugian daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2016 tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Negara/ Daerah terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau pejabat lain. (*/bis)

Previous articleSandiaga-Andre Dukung Pengembangan Desa Wisata Tungkal Selatan
Next articleArus Pendek, Tiga Rumah Ludes Terbakar