Petugas Brankar RSUD Pariaman Dinyatakan Negatif Covid-19

Kepala Disperkimtan Mukhridal meninjau ruang isolasi Covid-10 di Rusun Akademi Komunitas Kabupaten Pessel, kemarin. (Yoni - Padek)

Setelah sempat menjalani perawatan selama 11 hari di pusat karantina Bapelkes Padang, C, 31, pasien positif Covid-19 asal Kota Pariaman sudah dinyatakan negatif terpapar virus tersebut. Pasien yang merupakan petugas brankar RSUD Pariaman itu, saat ini sudah kembali ke Kota Pariaman.

“Alhamdulillah dari hasil swab yang kedua, C, dinyatakan negatif. Saat ini C sudah kami jemput dan sudah kembali ke rumahnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul kepada Padang Ekspres, kemarin.

C, 31, sebelumnya dinyatakan positif, diduga tertular dari pasien Covid-19 asal Padangpariaman, T, 17. Saat itu C berinteraksi dengan T karena ia petugas brankar di RSUD Pariaman. Saat itu T sempat menjalani perawatan.

Proses penyembuhan C menurut Syahrul terbilang cukup cepat, karena hanya menjalani perawatan selama 11 hari di pusat karantina Bapelkes Padang. Sebelumnya C sempat menjalani isolasi mandiri selama 3 hari. Total proses dari pasien positif ke negatif memakan waktu 14 hari.

C dikarantina sehingga mendapatkan tindakan cepat dan beban stresnya tidak terlalu tinggi. Sebab berada di lingkungan yang senasib dengannya. Berbeda jika C tetap diisolasi di rumah, tentunya tingkat stresnya jauh lebih tinggi dan akan menyulitkan untuk proses pemulihan. “Alhamdulillah tentunya kita semua warga Pariaman bersyukur dengan kesembuhan C ini. Semoga tidak ada lagi warga Pariaman yang positif Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, 40 orang yang sempat kontak dengan C pada tahap awal sudah menjalani rapid test dan hasil ke semuanya negatif. Meski demikian 40 orang tersebut akan kembali menjalani rapid test kedua yang dijadwalkan Selasa (28/4).

“Jika hasil ke 40 orang tersebut negatif maka mereka tidak lagi harus menjalani isolasi mandiri meski demikian tetap harus di rumah. Hingga saat ini sudah tidak ada lagi pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di RSUD Pariaman. Semua dinyatakan hasilnya negatif namun tetap harus menjalani isolasi di rumah,” ungkapnya.

Tambah Ruang Isolasi

Di sisi lain, Pemkab Pessel akan menambah rumah susun (Rusun) Akademi Komunitas di Kampung Sianik, Nagari Sago Kecamatan IV Jurai sebagai tempat isolasi Covid-19. Ini mengingat kasus Covid-19 ini terus meningkat.

“Sampai saat ini, sudah ada dua lokasi cadangan ruang isolasi jika di waktu tertentu dibutuhkan. Dua lokasi itu di antaranya, hotel milik milik SMKN 1 dan lantai tiga RSUD M Zein. Dengan menjadikan rusun Akademi Komunitas yang sebagai tempat isolasi pasien Covid-19, maka Pessel memiliki tiga lokasi isolasi cadangan,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Mukhridal, Senin (27/4).

Ia mengatakan penambahan Rusun Akademi Komunitas ini sebagai tempat isolasi, guna menjawab keterbatasan daya tampung Rusunawa di Kampung Muaro Painan Selatan. “Apalagi dengan masih terus bertambahknya jumlah masyarakat positif Covid-19, serta terpapar bisa saja daya tampungnya akan penuh,” ucapnya.

Ia mengatakan untuk mewujudkan penambahan ruang isolasi di Rusun Akademi Komunitas itu, pihaknya juga masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. “Upaya itu kami lakukan agar penanganan maksimal sebagai mana diharapkan bisa benar-benar tercapai di masa pandemi Covid-19 saat ini,” harapnya.

2.700 Masker Buatan Polwan 

Terpisah, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto menyebutkan saat ini ketersediaan masker di Sumbar untuk spesifikasi khusus dinilai masih kurang.

“Kami berupaya untuk kebutuhan masker, salah satu dengan meningkatkan keterampilan anggota, khususnya polwan untuk membuat masker. Dengan adanya inisiasi yang dilakukan oleh BLK Padang dengan Polda Sumbar kebutuhan masker di Sumbar bisa diharapkan terpenuhi,” kata Toni Hermanto saat serah terima masker buatan porsonel Polwan Polda Sumbar hasil kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Padang di Mapolda, Senin (27/4).

Ke depan, sebut Toni, tidak hanya membuat masker saja, pihaknya juga melakukan pelatihan membuat peti mati. “Isu Covid-19 belum selesai. Setiap pemakaman orang yang diduga suspect Covid-19 memerlukan peti untuk penguburannya,” sebutnya seraya mengatakan pihaknya bersama-sama dengan BLK Padang, akan mendidik kembali personel Polda Sumbar untuk membuat peti mati. (*)