Antisipasi Penambahan Kasus, Pemko Aktifkan kembali Posko Covid-19

14
Pemko Pariaman mengaktifkan kembali posko penanganan Covid-19 di tingkat kota, kecamatan, desa dan kelurahan. (Diskominfo Pariaman)

Pemerintah Kota Pariaman mengaktifkan kembali posko penanganan Covid-19 di tingkat kota, kecamatan, desa dan kelurahan. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah menjelaskan, menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembentukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.

Mengoptimalkan posko satgas penanganan Covid-19 di desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 dimulai tanggal 20 April sampai 3 Mei 2021. ”Untuk posko utama petugas satgas sudah disiapkan di Balaikota Pariaman dan posko untuk tes swab juga sudah disiapkan di Rumah Tabuik Subarang,” ujarnya.

Sementara untuk posko di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan menurut rencana dalam waktu dekat akan dibentuk juga, menunggu hal-hal teknis lainnya. Mantan Kadis Kominfo Kota Pariaman ini juga menyampaikan, dalam rangka menyambut Lebaran mobilisasi masyarakat sangatlah tinggi.

“Maka, untuk objek wisata juga kembali dilakukan prokes yang ketat,” terangnya.
Setiap pintu masuk objek wisata seperti pantai akan dijaga ketat oleh petugas satgas Covid-19. Nazifah juga sampaikan, update perkembangan Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat hingga kini mengalami peningkatan.

Untuk hari ini di Kota Pariaman tanggal 27 April 2021, terjadi penambahan kasus positif 1 orang, 6 orang dirawat di RSUD Pariaman dan RS Sadikin, 601 orang dinyatakan sembuh dan 16 orang meninggal.

Di sisi lain, Satgas Covid – 19 Kota Pariaman kembali melakukan sosialisasi dan sekaligus membagikan masker kepada pengunjung dan pedagang di Pasar Rakyat Kota Pariaman.
Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman Elfis Chandra menjelaskan bahwa hari ini merupakan hari Bidang Pendispilinan Penegakkan Hukum Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman melakukan sosialisasi dan sekaligus membagikan masker kepada pedagang dan pengunjung Pasar Rakyat Kota Pariaman dan sekitarnya.

Baca Juga:  Terbaik I Penanganan Covid-19, Pemko Pariaman Terima Penghargaan 

Pembagian masker ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19  yang saat ini masih mewabah di Indonesia khususnya di Kota Pariaman. Beberapa minggu terakhir wabah Covid -19 semakin marak khususnya di Provinsi Sumatera Barat dan Kota Pariaman.

Hal ini dibuktikan dengan angka positif Covid – 19 yang cukup signifikan melonjak setiap harinya.  Mencegah terjadinya hal yang lebih parah lagi, maka Tim Satga Covid – 19 Pemko Pariaman langsung kelapangan untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa Covid – 19 masih ada di sekitar.

”Setelah melakukan sosialisasi dan pembagian masker, tahap selanjutnya pada hari keempat akan kami lakukan adalah monitoring, pengawasan, penertiban dan tahap akhir penindakan,” ujarnya.

Penindakan melibatkan pihak kepolisian dan TNI. Untuk sosialisasi akan dilakukan pada tiga titik keramaian yaitu Pasar Rakyat Kota Paiaman, Balai Kurai Taji dan lokasi wisata.  Kota Pariaman saat ini sedang berada pada zona orange.

Untuk kembali menjadikan Kota Pariaman pada zona kuning atau bahkan zona hijau, tidak cukup dari sisi pemerintahan saja, melainkan kerjasama antara pemerintah, Stakeholder, masyarakat dan pengunjung sehingga dengan sama – sama mematuhi protokol kesehatan, bisa mencegah Covid-19.

Apabila Kota Pariaman kembali pada zona merah, secara tidak langsung semua akan dibatasi. Mulai dari akses masuk ke Kota Pariaman, proses jual beli sampai tidak boleh melakukan kegiatan apapun.  Ini akan berdampak buruk pada pereekonimian masyarakat Kota Pariaman. (*/bis)

Previous articleHadapi ”Tsunami” Covid-19, Dunia Turun Tangan Bantu India
Next articleTerapkan Prokes Ketat, Panitia UTBK Siagakan 35 Petugas Kesehatan