Satgas Bubarkan Kerumunan Orang di Kafe dan Lapau

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pariaman membubarkan kerumunan warga di kafe dan lapau yang ada di daerah tersebut. (IST)

Satuan Petugas Gugus Tugas Penanganan Covid 19 membubarkan kerumunan di 150 kafe dan lapau di empat kecamatan di Kota Pariaman. Bahkan petugas menyita sejumlah kartu domino, koa dari 60 lapau sebelumnya telah mendapatkan edukasi dari tim.

“Meski sosialisasi sudah beberapa kami lakukan namun ternyata masih banyak kafe dan lapau yang buka dengan membuat kerumunan massa,” ujar Kasatpol PP Kota Pariaman Elfis Candra kemarin (28/4).

Dalam penertiban itu, Satgas Covid 19 terdiri dari tim gabungan Polres Pariaman dan Kodim 0308 Pariaman itu menyasar kerumunan warga. Ada empat tim yang bergerak dan langsung didampingi camat dan perangkat desa.

“Ada 150 kafe dan lapau yang kami kunjungi. Masih banyak warga yang duduk berkumpul-kumpul. Padahal sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi dan edukasi termasuk ke pemilik kafe dan lapau,” ujarnya.

Bagi yang sudah mendapatkan sosialisasi dan edukasi tambah Elfis, tim langsung memberikan surat teguran tertulis kepada pemilik kafe dan lapau. “Ada 60 kafe dan lapau yang mendapat surat teguran. Kami juga menyita kartu koa dan domino di lokasi tersebut,” tuturnya.

Jika yang sudah mendapat teguran tertulis namun tetap membandel pihaknya selanjutnya akan mengambil tegas pemilik kafe dan lapau.

Pemko Pariaman katanya memahami ambruknya perekonomian saat pandemi. Untuk itu pihaknya memberi keringanan dengan memperbolehkan kafe dan lapau tersebut buka. Namun tidak membuat kerumunan orang. “Pemilik hanya boleh menjual makanan dan minuman untuk dibungkus dan dibawa pulang oleh pembeli,” sebutnya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Genius Umar yang ikut terjun ke lapangan mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak berkumpul di warung-warung dan kedai kopi dalam wilayah Kota Pariaman.” Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pariaman,” ajak Genius Umar.

Kepada tim yang turun dalam penertiban tersebut untuk tetap mengimbau secara persuasif agar masyarakat yang masih berada di warung-warung tersebut secara sadar membubarkan diri dan tidak lagi berkumpul-kumpul di lokasi keramaian. “Kepada seluruh petugas untuk menindak tegas masyarakat yang masih membandel,” imbaunya. (nia)