Genius: Kurikulum Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minang Penting Bagi Siswa

23

Kurikulum Bahasa dan Sastra Minangkabau (BSM) sangatlah penting bagi anak didik SD, SMP/MTS sederajat di Kota Pariaman, karena dalam keluarga kadang orangtuanya tidak mengerti lagi dengan kebudayaan Minangkabau sehingga anaknya pun tidak mengenal adat dan budayanya sendiri.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat meninjau penyusunan buku bahan ajar mata pelajaran muatan lokal (Mulok) BSM oleh Disdikpora Kota Pariaman bersama Guru Penulis Pariaman Timur (Gulis Partim) di Aula Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, Selasa (28/9).

Genius dan Wakil Wali Kota Mardison Mahyuddin ini mengatakan bahwa Kota Pariaman sangat serius dalam melestarikan budaya Minangkabau di zaman serba canggih ini, buktinya Pemko Pariaman telah bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas Padang dan UNP untuk menyusun kurikulum mulok BSM sebagai mapel muatan lokal di Kota Pariaman.

“Untuk wilayah Sumbar, hanya Kota Pariaman satu-satunya daerah yang menetapkan BSM ini sebagai kurikulum muatan lokal, hal ini telah tertuang dalam Peraturan Wali Kota Pariaman Tahun 2020 tentang Penerapan Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Minang sebagai muatan lokal wajib bagi SD dan SMP/MTS sederajat di Kota Pariaman,” ujar Genius.

Pemerintah Kota Pariaman bersama LKAAM juga berusaha mengajarkan adat dan budaya Minangkabau kepada anak kemenakan. Di tingkat pendidikan formal kita tidak tinggal diam, Dinas Pendidikan untuk mengajarkan kurikulum ini ke sekolah-sekolah sehingga nanti diteruskan oleh guru untuk diajarkan ke muridnya di kelas. “Kurikulum ini sangat penting, sehingga adaik indak lakang dek paneh dan indak lapuak dek hujan,” tegasnya.

Buku yang sedang disusun ini sudah cukup baik, karena lahir dari inisiatif guru. Karena mapel mulok BSM di Kota Pariaman ini belum ada bukunya, namun dengan semangat Gulis Partim ini mau menyusun bukunya sendiri.

Dalam kurikulum tersebut, Genius minta diperkenalkan permainan anak nagari, seperti permainan layang-layang, gasiang, cabur, semba lakon, patok lele, badie batuang, gundu, dan lainnya sehingga anak-anak kita dapat mengenal macam-macam permainan tradisional Minangkabau.

Juga perlu dikenalkan bagaimana cara kita bertegur sapa sesuai kato nan ampek (kato malereang, kato mandaki, kato mandata dan kato manurun). Genius sangat mengapresiasi guru yang telah membuat dan menyusun kurikulum Bahasa dan Sastra Minangkabau ini, tahun berikutnya insyaallah akan dilakukan evaluasi.

“Terima kasih atas kerja kerasnya, mudah-mudahan usaha kita untuk kembali mengenalkan adat istiadat Minangkabau ke anak kemenakan dan murid-murid kita bisa terwujud,” tukas Wako yang juga Ketua LKAAM Kota Pariaman ini.

Kadisdikpora Kota Pariaman, Kanderi mengatakan, Kota Pariaman satu-satunya daerah yang telah melaunching kurikulum muatan lokal BSM di Sumbar. “Kurikulum muatan lokal BSM ini menjadi contoh bagi daerah lainnya di Sumbar dan ini menjadi salah satu prestasi bagi Kota Pariaman. Saat ini kita sedang proses di Kemendikbud agar kurikulum ini terdaftar dan diakui secara nasional,” ungkap kadis didampingi Sekdis Hertati Taher.(*)