Genius Umar: Awal 2022 Sudah 2 Km Pembukaan Jalan Baru ‘Nol Budgeter’

2

Awal tahun 2022, Pemko Pariaman sudah melakukan pembukaan lahan jalan baru sepanjang 2 km tanpa biaya alias nol budgeter. Pembukaan lahan untuk jalan tersebut dilakukan secara gotong-royong dan swadaya oleh masyarakat dan Pemerintah Kota.

Hal ini disampaikan Wali Kota Pariaman Genius Umar usai meninjau lokasi pembukaan jalan baru di Dusun Selatan, Desa Sungai Rambai Kecamatan Pariaman Utara, Minggu (30/1/2022).

Genius Umar mengungkapkan, setelah melakukan pembenahan dan revitalisasi jalan yang sudah dibuka di Dusun Selatan, Desa Sungai Rambai, Kecamatan Pariaman Utara, ia melihat ada beberapa lagi ruas jalan yang bisa dibuka lagi.

“Sebelumnya jalan tersebut kita ukur hanya 600 meter, tetapi menjadi 1,5 kilometer. Ini merupakan antusias dan partisipasi masyarakat karena untuk pembebasan tidak ada kendala dari pemilik tanah, makanya tadi langsung diukur jalan yang akan dibuka nantinya. Masyarakat Desa Sungai Rambai memiliki semangat luar biasa dan sangat antusias agar desanya menjadi maju,” imbuhnya.

Genius juga menjelaskan bahwa 29 Januari kemarin, sudah membuka jalan baru sepanjang 500 meter di Kelurahan Jalan Kereta Api Kecamatan Pariaman Tengah. Dan hari ini kembali membuka jalan baru sekitar 1,5 kilometer. Selama dua hari, ada 2 kilometer pembukaan jalan baru pada akhir Januari 2022.

Baca Juga:  Pemko Pariaman Matangkan Rencana Strategis Pengembangan Kawasan Terpadu

“Ketika badan jalan dibuka oleh masyarakat, kita akan lebih mudah untuk melakukan penanganan baik pengerasan maupun pengaspalan,” ulasnya.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa pemandangan di sini bagus, ada mata air Hulu Sikijang. “Kita juga akan melakukan revitalisasi Hulu Sikijang. Hulu sikijang dulunya merupakan bekas hutan lindung. Sekarang pohon banyak yang ditebang dan tidak terurus. Namun tahap awal terlebih dahulu dilakukan pendataan kembali. Karena ada lima nagari yang memiliki hak untuk kepengurusan. Semua KAN akan diundang untuk kita adakan rapat baik kepala desa, tokoh masyarakat untuk melakukan di mana saja batasan-batasan Hulu Sikijang ini, sehingga nantinya akan dijadikan sebagai konservasi air dan konservasi lingkungan termasuk tanamannya akan kita lakukan revitalisasi kembali,” sambungnya.

Wako juga menilai bahwa banyaknya tanaman yang diganti dengan sawit, hal itu menurutnya tidak pro lingkungan. “Nantinya akan kita lakukan penanaman pohon kembali dan direncanakan mengembangkan hutan lindung,” pungkasnya. (*)