Jalani Rapid Test Kedua, 40 Warga Pariaman Negatif

Ilustrasi sampel pasien positif Covid-19. (foto: IST)

Sebanyak 40 warga yang sempat menjalin kontak dengan C, 31, petugas brankar yang positif korona, kembali menjalani rapid test kedua. Hasilnya, puluhan warga tersebut negatif terpapar Covid 19.

“Alhamdulillah, dari hasil tes kedua kalinya ini, 40 warga itu negatif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul kepada Padang Ekspres kemarin (30/4).

Dengan demikian 40 warga yang sempat berkomunikasi dengan C tersebut sudah melewati masa isolasi mandiri sejak dua minggu terakhir. Meski demikian Syahrul menyebut warga tersebut tetap harus berdiam di rumah guna mencegah penularan Covid-19.

Sementara itu, C sempat positif dan menjalani perawatan di pusat karantina Covid 19 Bapelkes Padang hasil swabnya sudah dinyatakan negatif. Petugas brankar RSUD Pariaman itu kini sudah kembali ke rumahnya.

Kondisi C juga disampaikan Syahrul ketika mengikuti video confrence (vidvon) dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno serta dengan seluruh Kepala Dinas Kesehatan se-Sumbar, Selasa (28/4).

“Gubernur lebih menekankan bagaimana kami melakukan tracking atau pelacakan terhadap pasien positif virus korona,” ujar Syahrul.

Dalam kesempatan itu Gubernur Irwan menginstruksikan masing-masing daerah menyediakan kuburan khusus jikalau nanti pasien positif Covid-19 tersebut dinyatakan meninggal dunia. Penyebaran Covid-19 saat sekarang boleh dikatakan tidak lagi berasal dari luar tapi dari dalam di wilayah Sumbar sendiri.

Ia berharap kepada masyarakat yang melakukan isolasi secara mandiri agar melakukannya secara disiplin. Jika tidak maka wabah ini akan lebih meningkat lagi penyebarannya.

Sementara itu kata Syahrul tim satgas rutin melakukan penertiban Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di pusat kerumunan. Masih banyak warga yang ditemui yang berkumpul di warung-warung.

Ia tetap mengingatkan masyarakat untuk sementara waktu berdiam diri di rumah, tidak keluar dan berkumpul di warung. (nia)