Sempat Kabur, OTG di Pariaman Akhirnya Jalani Swab

17
Petugas medis saat mengambil swab salah satu OTG di Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman. (Foto: IST)

Satu dari sembilan warga Pariaman yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 sempat kabur dan menolak untuk menjalani swab. Meski begitu, orang tanpa gejala (OTG) tersebut akhirnya bersedia menjalani tes swab. Sembilan warga Pariaman yang menjadi OTG itu diduga tertular dari balita yang positif Covid-19 asal Kota Padang.

“Ya, kemarin kami lakukan swab pada sembilan orang warga Pariaman. Satu orang menolak dan kemudian kabur, kami datang lagi pada sore hari, setelah mendapat edukasi akhirnya yang bersangkutan mau menjalani swab,” kata Kadis Kesehatan Kota Pariaman Syahrul kepada Padang Ekspres kemarin.

Hasil swab tersebut, sebut Syahrul, sudah dikirim ke Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand dan saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji swab tersebut. “Kemungkinan hasil tersebut baru keluar sekitar dua atau tiga hari ke depan,” ujarnya.

Saat ini, ke sembilan warga berstatus OTG menjalani isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing. Untuk kebutuhan sehari-hari, warga dan pihak desa berupaya mencukupi kebutuhan OTG tersebut. Mereka tetap harus menjalani isolasi hingga nantinya keluar hasil dari laboratorium.

Syahrul menjelaskan kronologis sembilan warga menjadi OTG berawal saat salah satu orang warga di Pariaman Utara itu mengunjungi anaknya di Kota Padang awal Ramadhan. Warga tersebut kemudian tinggal di rumah anaknya di Padang selama Ramadhan. Anaknya yang berprofesi sebagai perawat di salah satu rumah sakit di Kota Padang saat menjalani swab ternyata hasilnya positif.

Dari tracking si anak, kemudian warga Pariaman yang berusia 60 tahun tersebut juga turut diambil swabnya. Kondisi pasien itu terus menurun hingga kemudian meninggal dunia jelang lebaran. Ia dimakamkan di Kota Pariaman dengan protokol Covid-19.

Saat pemakaman, sejumlah keluarga yang di Padang ikut pulang ke Pariaman bersama anggota keluarganya, satu diantaranya seorang balita.  Nah, kemudian hasil pemeriksaan Swab baru keluar sekitar dua hari yang lalu, ternyata balita tersebut positif Covid-19.

Hal inilah yang kemudian membuat Dinas Kesehatan Kota Pariaman langsung melakukan tracking. Ternyata ada sembilan orang warga Pariaman yang sempat kontak dengan balita positif tersebut.

Warga tersebut meski merupakan satu keluarga besar di Pariaman Utara, namun dua orang diantaranya berdomisili di Pariaman Tengah. Syahrul menyebut agar warga berupaya untuk mematuhi aturan protokol Covid-19. Termasuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan. (nia)