Retribusi Masuk Wisata Diberlakukan Setiap Hari

15
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman mengadakan rapat koordinasi bersama stakeholder terkait, Senin (29/6). (IST)

Terhitung mulai 1 Juli, retribusi masuk objek wisata di Kota Pariaman berlaku setiap hari. Saat ini retribusi hanya dipungut Sabtu dan Minggu saja.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman Alfian kepada Padang Ekspres menjelaskan, mulai Juli 2020 retribusi dipungut setiap hari. Mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 dengan sistem yang lebih baik lagi. Ia menjelaskan, tarif masuk Pantai Gandoriah bagi turis mancanegara dikenakan tarif Rp 25.000 per orang dan anak-anak Rp 15.000 per orang. Sedangkan untuk wisatawan domestik Rp 5.000 untuk dewasa dan anak-anak Rp 3.000.

Saat ini Pemko sedang merencanakan enam pos retribusi masuk kawasan wisata antara lain pos 1 di bawah jembatan area parkir nusantara. “Pos 2 pujasera depan stasiun kereta api, pos 3 depan tugu ASEAN Youth, pos 4 pintu masuk Pantai Kata. Untuk pos 5 samping rumah Bupati Padangpariaman dan pos 6 di dermaga Pulau Angso,” tambahnya.

Sedangkan untuk retribusi masuk pulau akan dikenakan untuk turis mancanegara dewasa Rp 25.000 dan anak – anak Rp 15.000.  Untuk domestik dewasa Rp 10.000 dan anak-anak Rp 5.000. Ini sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2015.

Hal ini menindaklanjuti pelaksanaan Peraturan Daerah No 4 Tahun 2013 dan perubahannya Perda No 1 Tahun 2015 tentang Retribusi tempat rekreasi dan olahraga.

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Pariaman Fadli saat memimpin rapat berharap agar Disbudpar bersama stakeholders segera menyelesaikan permasalahan yang beberapa waktu lalu ditemukan agar tidak terulang lagi saat retribusi 1 Juli dimulai. Setiap pos retribusi di kawasan wisata akan dijaga oleh beberapa OPD Kota Pariaman dan melibatkan kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang telah dibentuk oleh desa/kelurahan yang berada di pinggiran pantai.

Area parkir akan dikelola juga oleh pokdarwis dan diawasi oleh Dinas Perhubungan Kota Pariaman. ”Jadi semua bekerjasama untuk kelancaran pungutan retribusi ini,” ujarnya.
Fadli melanjutkan untuk warga yang tinggal dan punya usaha di pinggiran pantai, akan di berikan penanda khusus.

Ini bertujuan untuk kelancaran ke semua lini sehingga tidak ada yang merasa terhalangi lagi dengan adanya kebijakan yang telah dibuat. Termasuk area parkir yang disediakan pemerintah untuk pengunjung kawasan wisata. Hal ini bertujuan agar pengunjung nyaman berada di lokasi wisata dan aktivitas nelayan tidak terganggu dengan adanya area parkir. (nia)