Imbas Pandemi, Harga Ikan Ekspor Turun

29
Ilustrasi impor ikan (Dok. JawaPos.Com)

Selama pandemi Covid-19, harga ikan kualitas ekspor di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mengalami penurunan. Nelayan berharap harga ikan kembali stabil dan wabah virus juga cepat berlalu agar ekonomi masyarakat kembali pulih.

“Ya, kalau kami perkirakan rata-rata penurunan harga itu antara Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per kilogramnya pada masing-masing jenis ikan. Penurunan itu terjadi sejak pandemi Covid-19 ini,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pasaman Barat, Zulfi Agus, kemarin.

Seperti biasa ekspor ikan Pasbar dilakukan melalui jalur laut ke Dumai, Riau kemudian menuju Malaysia. Diperkirakan pengiriman ikan itu ada sekitar 20 hingga 25 ton per bulan. Sedangkan jenis ikan kualitas ekspor itu mulai dari ikan tenggiri dengan harga Rp70 ribu per kilogram, ikan kakap merah Rp65 ribu per kilogram, ikan bawal dengan harga Rp55 ribu per kilogram dan udang kelong atau udang putih dengan harga Rp120.000 per kilogram.

Akibat menurunnya harga itu tentu pendapatan nelayan berkurang yang berimbas pada lemahnya ekonomi masyarakat. Terutama para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil penjualan ikan.

Selanjutnya mengenai permintaan, hingga saat ini belum terlalu berpengaruh karena armada yang dipakai adalah kapal ikan melalui jalur laut di Dumai. “Tapi, persediaan ikan saat ini berkurang  akibat cuaca ekstrim sering terjadi. Sehingga produksi ikan nelayan juga otomatis menurun beberapa bulan terakhir ini,” sebutnya.

Untuk Januari sampai Maret 2020 produksi ikan masih dikisaran angka lebih kurang 8.000 sampai 9.000 ton per bulannya. Tetapi di April turun dan produksi ikan lebih kurang 6.800 ton dan di bulan Mei turun kembali dengan produksi sekitar 5.000 ton lebih.

“Umumnya semua jenis ikan yang diproduksi turun. Mulai dari yang nilai ekonomis tinggi hingga yang biasa. Semoga virus korona ini cepat pulih. Sehingga produksi ikan nelayan kita juga segera normal,” harapnya. (roy)