Terdampak Korona, Omzet 1.402 UMKM di Pasbar Anjlok

111
ILUSTRASI UMKM. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sejak wabah virus korona melanda beberapa bulan belakangan ini, sudah 1.402 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mengalami penurunan omzet.

”Ya, memang ada penurunan omzet pelaku UMKM kita di Pasbar ini. Dari data yang kita himpun, sekitar 1.402 pelaku UMKM mengalami penurun omzet, data ini akan terus diperbaharui, kemungkinan besar ini akan meningkat seiring dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19,” terang Ali Zamar, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Pasaman Barat didampingi Kabid Koperasi dan UMKM, Simar kepada Padang Ekspres, kemarin (4/6).

Menurut dia, dampak dari pandemi Covid-19 ini begitu terasa bagi pelaku UMKM di Pasbar. Baik naiknya harga bahan baku dan terkadang sulit didapat, maupun dari pemasaran produk yang terbatas, permintaan menurun mengakibatkan omzet menurun.

Pelaku UMKM akhirnya lebih memilih menutup usaha. Pihaknya berupaya agar pelaku UMKM tetap beroperasi dengan terus memberi semangat dan arahan. Kemudian, bimbingan dan langkah-langkah memasarkan produk dalam situasi pandemi ini.

Data yang dihimpun selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Pasbar agar dapat diberi bantuan, dan pelaku UMKM dibimbing agar mampu melakukan jual beli berbasis online seperti pemasaran di aplikasi Bajojo.id dan media sosial lainnya.

Salah seorang penjahit baju, Yurtadarlis warga Simpang Tigo, Kecamatan Luhak Nan Duo mengatakan, omzetnya selama pandemi sangat menurun dari bulan sebelumnya mencapai 70 persen. “Saat ini kami sangat sulit, orang yang datang menjahit pakaian sangat jarang, pendapatan menurun mencapai 70 persen tapi kebutuhan hidup meningkat. Kami mencoba membuat masker, tapi tetap juga pembeli minim sekali,” ujarnya.

Ia berharap kepada Pemkab Pasaman Barat agar memberikan bantuan atau solusi agar dapat menerima orderan sehingga penjualan kembali meningkat sehingga bisa mencukupi kebutuhan. (roy)