Satu Pasien PDP Meninggal Dunia, Dimakamkan di Pasbar

Pejabat PPID RSUP Dr M Djamil Padang Gustavianof. (foto: dok.padek)

Seorang pasien berstatus dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang meninggal dunia, Kamis (9/4). Pasien yang bekerja dan berusaha di Kota Padang tersebut, dirawat di ruang isolasi sejak 2 hari yang lalu.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M. Djamil Padang, Gustavianof mengatakan, pasien itu meninggal dalam status PDP.

“Pasien PDP tersebut meninggal pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Pasien berjenis kelamin perempuan dengan usia 50 tahun,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat pertama kali masuk ke RSUP M. Djamil Padang, pasien mengalami gejala seperti batuk, sesak nafas dan demam tinggi.

“Kita telah mengambil swab tenggorokan dan hidung (spesimen) dari pasien meninggal tersebut dan dikirim ke Laboratorium Biomedik FK Unand untuk diperiksa,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gustavianof menuturkan, hasil pemeriksaan Laboratorium Biomedik FK Unand terhadap spesimen pasien PDP yang meninggal dunia diperkirakan keluar hari ini atau besok.

Artinya, sampai saat ini pasien belum diketahui apakah statusnya positif atau negatif. Namun, Gustavianof menyebutkan dalam penyelenggaraan jenazah pasien, dilakukan dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan virus Covid-19 oleh Kemenkes dan WHO sebagai langkah antisipasi.

“Jenazah pasien PDP yang meninggal itu dimakamkan di daerah Talu Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar),” tukasnya.

Jubir Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal menambahkan bahwa pasien meninggal tersebut bekerja dan berusaha di Kota Padang. “Kampung halamannya di Pasaman Barat,” kata Jasman.(esg)