Wabup Pasbar Sidak, Obat di Puskesmas Kurang

9
SARANA KESEHATAN: Wabup Pasbar Risnawanto saat sidak ke beberapa puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya yang ada di Kecamatan Gunungtuleh, Rabu (7/7).(IST)

Memberikan pelayanan kesehatan dengan baik kepada masyarakat merupakan bagian dari visi misi bupati dan wakil bupati dalam membangun Pasaman Barat. Untuk itu, pelayanan kesehatan masyarakat harus bisa ditingkatkan dengan maksimal.

Hal tersebut disampaikan Wabup Pasbar Risnawanto, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya yang ada di Kecamatan Gunungtuleh, Rabu (7/7). Hal ini dilakukan wabup untuk memantau pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wabup didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Jon Hardi beserta stakeholders terkait lainnya melakukan sidak ke Puskesmas Muarokiawai, Puskesmas Pembantu (Pustu) Muara Kiawai, Pondok bersalin desa (Polindes) Airdingin, Pustu Baruh Gunung dan Puskesmas Paramanampalu Kecamatan Gunungtuleh.

“Biasanya kita hanya menerima laporan saja, sekarang kita langsung terjun ke lapangan melihat kondisi pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta masalah dan kekurangan yang ada, agar dapat kita pecahkan bersama,” ujar Risnawanto.


Dari sidak ke beberapa layanan kesehatan di Kecamatan Gunungtuleh, terdapat beberapa permasalahan seperti kurangnya persediaan obat, kurangnya tenaga kesehatan, dan bangunan pustu yang sudah rusak atau tidak layak.

Wabup menegaskan, tentang pelayanan, kebersihan lingkungan, sarana dan prasarana harus lebih ditingkatkan. Berdasarkan keterangan seorang tenaga medis di Puskemas Simpang Empat, Yanti menjelaskan, ketersediaan obat di puskesmas tersebut sudah menipis. Selain ketersediaan obat yang menipis, ada juga obat yang sudah kadaluwarsa.

Baca Juga:  Pasbar Maksimalkan Penanganan Covid-19

“Kami bersyukur telah dikunjungi oleh Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto karena telah peduli dengan kondisi dan keadaan di puskesmas. Kami memang mengalami kendala saat ini dalam pelayanan, terutama dalam ketersediaan obat-obatan,” kata Yanti.

Ia berharap Dinkes Pasbar mendengarkan keluh kesah dari pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut. Karena pelayanan di puskesmas langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat dan merasakan langsung apa yang dibutuhkan dan dikeluhkan oleh masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Risnawanto usai mendengarkan keluh kesah dari tenaga kesehatan di Puskesmas Simpang Empat, langsung menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan setempat untuk melaksanakan percepatan proses pengadaan obat bagi puskesmas-puskesmas di Pasaman Barat.

“Kepada kepala Dinas Kesehatan kami minta agar memperhatikan hal ini. Karena obat tidak boleh habis di puskesmas. Keberadaan obat itu sangat penting, jangan sampai terputus ketersediaan obat itu,” ujar Risnawanto.

Selain keberadaan obat di puskesmas, lanjut Risnawanto, kebersihan puskesmas juga penting untuk dijaga. Jika puskesmas kumuh atau kotor, jelas tidak memberikan contoh yang baik dan juga memberikan rasa tidak nyaman bagi masyarakat yang ingin berobat.

”Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) itu ya di sini. Jangan sampai puskemas itu kotor, selokannya tersumbat. Selain itu, di puskesmas juga harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Risnawanto. (roy)