Tanam Bambu & Tebu, Unand-Unsyiah Dorong Aiagadang Bebas Banjir

28
Dekan Fakultas Pertanian Unand Dr Munzir Busniah (dua kanan) bersama tim pengabdian Unand dan Unsyiah tanam bambu dan tebu di Nagari Aiagadang, Pasbar, Selasa (6/10/2020).

Unand bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala berkolaborasi dalam pengabdian masyarakat skema Program Pengabdian Kepada Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) didanai Kemendikbud.  Kegiatan berupa gerakan bersama penanaman bibit di Nagari Aiagadang, Pasaman Barat (Pasbar) guna menjadikan Aiagadang sebagai nagari tangguh terhadap bencana banjir.

Tim pengabdian ini terdiri dari Mahdi SP MSi PhD, Lora Triana SP MM dari Unand  dan Dr Agus Nugroho SP. MCOM dari Universitas Syiah kuala beserta beberapa orang mahasiswa. Kegiatan yang dilaksanakan Selasa (6/10) itu, dihadiri Dekan Fakultas Pertanian Unand Dr Munzir Busniah, wali nagari Aiagadang, pemerintah daerah, Tagana, penyuluh pertanian Aiagadang, ketua kelompok tani, serta perwakilan masyarakat Nagari Aiagadang.

Penanaman diawali dengan sosialisasi pemanfaatan limbah dapur pada rumah tangga menggunakan alat biodigister dari Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Unand. Selanjutnya, penanaman bibit secara simbolis. Untuk tahap awal, dilakukan penanaman 500 bibit bambu dan 500 bibit tebu di lahan milik masyarakat seluas 200 m2. Ke depan, masyarakat secara mandiri melakukan penanaman bibit bambu dan tebu sepanjang Batang Pasaman, Nagari Aigadang.

Ketua Pengabdian, Mahdi menyebutkan, kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi Nagari Aiagadang sering terkena banjir akibat meluapnya Batang Pasaman. Tujuan kegiatan ini adalah menjadikan Nagari Aiagadang sebagai nagari tangguh bencana dengan mengurangi dampak banjir dengan penanaman bibit di sepanjang pinggiran Batang Pasaman di Nagari Aiagadang, serta meningkatkan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Bibit bambu dan tebu dipilih berdasarkan hasil kesepakatan yang diperoleh melalui Focuss Group Discussion (FGD) bersama kelompok tani di Nagari Aiagadang, wali nagari Aiagadang, dan instansi pemerintah  Pasbar terkait. Kedua bibit ini mampu menahan aliran sungai yang deras, serta mempunyai nilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kami dari tim pengabdian kepada masyarakat PPMUPT Unand dan Unsyiah bersama masyarakat, mulai menanam bambu yang mampu menahan tebing-tebing sepanjang Batang Pasaman agar tidak runtuh. Selain itu, bambu memiliki nilai ekonomi tinggi nantinya. Di rebungnya digunakan untuk bahan pangan, dan batang bambu kerajinan tangan. Selain bambu, juga akan ditanam tebu sebagai tanaman yang disetujui masyarakat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tegas Mahdi.

Baca Juga:  Oknum ASN Dipolisikan terkait Buku Nikah Curian

Sementara Dekan Fakultas Pertanian Unand Dr Munzir Busniah menuturkan bahwa sepanjang aliran Batang Pasaman terdapat banyak reruntuhan akibat air bah. “Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah penanaman tanaman bambu sepanjang Batang Pasaman di Nagari Aiagadang ini. Dengan adanya bambu ini, kita harapkan tebing-tebing bisa diperkuat, sehingga tanaman sawit, padi dan tanaman lainnya bisa kita selamatkan dengan penanaman bambu ini,” tegasnya.

Eka Putra, Sekretaris Nagari Aiagadang mengatakan bahwa pihaknya mendukung dan men-support program penanaman tebu dan bambu di bantaran sungai di Aiagadang untuk pencegahan atau mengatasi banjir. Dukungan juga diberikan Pemkab Pasbar.

Masyarakat Nagari Aiagadang menunjukkan pertisipasi tinggi  dalam gerakan penanaman bibit ini. “Kami sangat bersyukur atas kegiatan ini, karena dapat menolong masyarakat, dan tanah rawan runtuh dapat kita atasi dengan menanam bambu dan tebu dan masyarakat sangat mendukung kegiatan ini,” ujar Bustami, salah seorang ketua kelompok tani di Nagari Aiagadang.

Dalam kesempatan itu, Tim Pengabdian Unand dan Unsiyah ini mengucaplan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan membantu, sehingga kegiatan ini terlaksana. Mulai dari Pemkab Pasbar Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, BPDAS Agam Kuantan, Pemerintah Nagari, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unand Dr Uyung Gatot S Dinata, serta seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. “Besar harapan kita, kelompok tani dan masyarakat luas akan terus melanjutkan kegiatan positif ini,” tegasnya. (rdo)