16 Warga Jalani Test Swab Covid-19

16 orang warga berstatus ODP di Pasaman Barat yang kontak langsung dengan pasien positif menjalani tes swab kemarin. (IST)

Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pasaman Barat bergerak cepat menekan kasus wabah Covid-19. Pasca-meninggalnya pasien positif, tim melakukan pemeriksaan swab terhadap 16 orang yang telah kontak langsung dan yang tidak kontak langsung.

Diketahui, pasien positif Covid-19 tersebut almarhumah yang positif meninggal di Kota Padang dan dikebumikan di kampungnya Talu, Kecamatan Talamau belum lama ini. “Pemeriksaan kepada 16 orang itu dilakukan di Gedung Pendidikan dan Latihan (Diklat) Talu, Kecamatan Talamau. Petugasnya langsung dari petugas analis laboratorium RSUD Jambak. Selanjutnya terhadap tes itu akan dibawa langsung ke laboratorium Universitas Andalas (Unand) Padang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pasaman Barat, Gina Alecia.

Dengan diperiksanya mereka, Gina berharap hasilnya dapat cepat keluar. “Sehingga langkah yang akan ditempuh bisa segera kita lakukan,” ujarnya. Menurutnya pendataan terhadap warga yang kontak langsung dan kontak dengan keluarga pasien akan terus dilakukan.

Saat ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 145 orang. 49 orang sudah selesai pemantauan dan 96 orang masih dalam pemantauan. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah lima orang. Empat orang dirawat di RSUD Jambak dan satu orang diisolasi mandiri di rumah. Sedangkan pelaku perjalanan sudah mencapai 8.391 orang.

Bantuan Sembako
Di sisi lain, Pemkab Pasaman Barat membantu sebanyak 75 warga berstatus ODP virus korona (Covid-19). ODP tersebut telah melakukan karantina mandiri. Penyaluran bantuan kebutuhan pokok itu dimaksudkan meringankan ekonomi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari 75 warga tersebut. “Ya, patut dan wajar kita apresiasi warga ODP yang melakukan karantina mandiri. Sehingga kita pun menyalurkan bantuan kepada mereka yang masuk ODP,” kata Kepala Dinas Sosial Pasbar, Yonnisal di Simpang Empat, kemarin.

Bantuan yang disalurkan itu berupa beras, telur, minyak goreng hingga sarden. Sesuai tahapan, bantuan itu akan diberikan selama 14 hari ke depannya selama ODP melakukan karantina mandiri. Bantuan itu disalurkan kepada ODP yang tersebar di Pasbar. Mereka umumnya merupakan pelaku perjalanan. Untuk beras diberikan 300 gram setiap
harinya pada masing-masing penerima selama 14 hari.

“Semoga bantuan itu dapat meringankan mereka dan tentu harapan kita tidak ada yang masuk PDP,” sebutnya. Ia mengapresiasi semua pihak yang ikut membantu upaya pencegahan virus korona. “Semoga warga Pasbar terhindar dari wabah ini. Kami imbau kepada warga agar tetap mengikuti anjuran pemerintah. Mulai dari menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Lalu sering cuci tangan, konsumsi vitamin hingga jangan lupa pakai masker,” ajaknya.

Sijunjung Perlu Posko Utama
Terpisah, tokoh masyarakat dan masyarakat, Kabupaten Sijunjung menyebut kalau daerah tersebut perlu posko utama penanganan Covid-19. Sekaligus bisa dijadikan sebagai pusat informasi publik. Sejauh ini masyarakat dinilai masih kesulitan mendapatkan informasi terkait Covid-19. “Karena situasi tidak kondusif, akses informasi harus dibuat satu pintu, yakni lewat mendirikan posko utama,” sebut tokoh pemuda Nagari Muaro, Edwin Piliang.

Lokasi posko harus berada di tempat strategis, mudah diakses, dan petugas selalu stanby di tempat. Selanjutnya lembaga-lembaga terkait hingga ke tingkat nagari dapat saling berkomunikasi ke posko utama, hingga informasi yang dihimpun betul-betul valid.

Tak kalah penting, saat ini banyak masyarakat kebingungan harus konfirmasi/bertanya ke mana terkait kebijakan pemberian sembako ke masyarakat. Bertanya ke perangkat nagari justru ternyata masih ada pihak penyelenggara nagari tidak tidak transparan pada masyarakat.

“Kalau sistemnya begini, terasa membingungkan. Jika nanti masyarakat yang semestinya berhak dapat bantuan, ternyata tidak dapat kebagian, kemana mereka harus melapor,” tegas Edwin.

Sekkab Sijunjung, Zefnihan, mendukung rencana pendirian posko utama penanganan Covid- 19 tersebut. Menurutnya dengan fasilitas tersebut akses informasi ke depan menjadi lebih tepat sasaran. “Kita akan segera bicarakan rencana ini dengan pimpinan daerah, serta institusi terkait di Kabupaten Sijunjung,” tegasnya. (roy/atn)