Pemprov Sumbar Bentuk Tim Timur Tengah, Apa Saja Misinya?

64

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mendorong lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri, salah satunya ke Timur Tengah.

“Pemprov Sumbar sekarang tengah menyiapkan tim untuk menjalin hubungan dengan negera-negara di Timur Tengah. Ini adalah salah satu jalan bagi lulusan pesantren untuk bisa menimba ilmu di sana,” katanya saat menghadiri batagak kudo-kudo Masjid Al-Humaidi Pondok Pesantren Darul Hadits Pasaman Barat, Kamis (15/7/2021).

Menurut gubernur, anggota tim yang dibentuk itu di antaranya adalah keturunan Minang yang telah merantau di Timur Tengah. Mereka yang nanti akan dibekali Surat Keputusan (SK) sebagai perwakilan resmi Pemprov Sumbar.

Surat itu akan memudahkan mereka membantu Pemprov Sumbar untuk menjalin komunikasi, menjajaki semua kemungkinan kerjasama baik dengan Duta Besar Indonesia di negara tersebut atau langsung dengan pemerintah setempat.


Pemprov Sumbar juga tengah menjajaki kemungkinan menjalin hubungan “sister city” atau kota kembar dengan beberapa kota di Timur Tengah. Lewat program itu, dimungkinkan pula pertukaran pelajar.

Ia mengatakan masyarakat Sumbar yang merantau bisa ditemui di banyak negara di dunia termasuk Timur Tengah. Mereka terhimpun dalam sebuah jaringan Minang Diaspora dan bersedia memberikan bantuan bagi orang-orang yang ingin menuntut ilmu di Timur Tengah.

Baca Juga:  Perbup Pasbar, Pengaduan Masyarakat Bisa Berhentikan Wali Nagari

“Jadi banyak cara jika ada kemauan. Namun agar cita-cita untuk kuliah di luar negeri itu bisa tercapai maka segalanya harus dipersiapkan sejak dini, terutama kemampuan Bahasa Arab.

Kepala Kemenag Pasaman Barat Muhammad Nur mengatakan lulusan pesantren harus memiliki keunggulan tertentu dibandingkan lulusan sekolah lain. Keunggulan itu bisa dalam hal tahfidz Qur’an maupun penghafal hadist atau ahli dalam kitab-kitab lain.

Namun tidak boleh pula mendikotomi ilmu. Hanya menitik beratkan pada ilmu agama tetapi meninggalkan ilmu pendukung lain seperti teknologi, pertanian atau peternakan.

“Tidak semua lulusan pesantren akan menjadi ulama karena itu perlu pula “life skill”, ilmu terapan yang bisa menjadi pendukung untuk mendapatkan pekerjaan di bidang lain,” ujarnya.

Ia memuji pengelola pesantren Yayasan Darul Hadits yang mau mengembangkan berbagai usaha di lingkungan sendiri seperti usaha perikanan dan peternakan. Usaha itu juga bisa menjadi lahan ilmu bagi siswa pesantren.

Pimpinan Yayasan Darul Hadits, Khairul Nasri, Lc mengatakan pondok pesantren itu bisa berdiri karena banyak bantuan dari donatur yang sebagian besar dikenalnya saat menjalani pendidikan di Timur Tengah.

“Mudah-mudahan nanti selain donatur, Pemprov Sumbar juga bisa membantu pengembangan pesantren,” katanya. (*)