Pemprov Minta Segera Tuntaskan Infrastruktur Jalan Teluk Tapang

11
MINTA DIPERCEPAT: Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saar meninjau jalan akses Pelabuhan Teluk Tapang. Ia meminta pembangunan segera dituntaskan.(IST)

Demi melanjutkan permohonan pembangunan jalan yang sempat diinisasi Nasrul Abit, wakil gubernur Sumbar periode 2016-2021, kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Pemprov Sumbar melakukan peninjauan dalam rangka percepatan penyelesaian pembangunan jalan akses Pelabuhan Teluk Tapang dan Simpang Tenggo yang menghubungkan lokasi kebun penghasil CPO (Cruid Palm Oil).

Pembangunan infrastruktur jalan tersebut demi mendukung konektivitas dan kemajuan perekonomian di Kabupaten Pasaman Barat.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pembangunan jalan dan akses jembatan memiliki peran yang penting untuk membangun konektivitas antar-wilayah di Sumbar dalam rangka memperlancar distribusi logistik di indonesia.

Ditambah lagi, keberadaan pelabuhan Teluk Tapang, Pasaman Barat, yang lokasinya tidak jauh dari Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara akan sangat membantu memudahkan distribusi hasil perkebunan dan pertambangan yang ada di wilayah Pasaman Barat.

“Maksud kedatangan kami kemari, untuk melihat bagaimana kesiapan fasilitas yang menunjang teknis kegiatan pengoperasian Pelabuhan Teluk Tapang serta akses jalan menuju ke sana,” ujar gubernur saat berada di Rumah Dinas Bupati Pasbar, Rabu (15/6).

Ia mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk memudahkan akses perusahaan-perusahaan seperti penghasil tambang dan sawit untuk melakukan ekspor ke daerah lain.

“Selain itu juga untuk melihat kesiapan kapal di Teluk Tapang untuk distribusi pengiriman biji besi ke daerah lain, dan kesediaan Teluk Tapang yang akan membawa crude palm oil (CPO) dari perusahaan PTPN4 dan dari pabrik-pabrik CPO yang lain,” tuturnya.

Baca Juga:  Main Judi Song, Empat Pelaku Diamankan

Selain itu Mahyeldi menginformasikan, untuk tahun 2022 ini sampai tahun 2024 akan dilaksanakan pembangunan jalan kurang lebih sepanjang 25 kilometer, dari total 45 kilomoter.

Ia mengatakan, untuk saat ini 20 kilometer jalan sudah siap digunakan. Selanjutnya, gubernur beserta tim melakukan peninjauan jalan menuju Simpang Tenggo sampai ke Teluk Tapang.

Saat menuju Simpang Tenggo, Mahyeldi bersama Wakil Bupati Pasbar Risnawanto menggunakan motor trail demi melihat kondisi jembatan putus serta jalan yang dipenuhi lumpur sehingga menyulitkan kendaraan untuk melewati daerah tersebut.

Ia bersama Risnawanto selanjutnya menuju perusahaan penghasil biji besi, PT. Graminda Mitra Kesuma. Saat menuju kesana, banyak rintangan yang menghadang.

Motor trail yang ditumpangi gubernur dan wabup sempat mati saat menyebrangi beberapa sungai.

Setelah melakukan pengecekan kesiapan dan prasarana yang mendukung jalannya perusahaan penghasil biji besi tersebut, selanjutnya gubernur dan wabup melakukan pengecekan ke Pelabuhan Teluk Tapang dan melanjutkan perjalanannya kembali ke Airbangis dengan menggunakan kapal laut.

Melihat kondisi jalan menuju pelabuhan yang cukup parah tersebut, pihaknya mengatakan sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 234 miliar yang dikerja secara multi years sampai tahun 2024.

“Mudah-mudahan di tahun 2022 ini perbaikan jalan bisa langsung di eksekusi karena pengerjaan proyek ini sudah masuk ke tahap tender,” ujarnya.

Terakhir, gubernur berharap Pelabuhan Teluk Tapang dapat menjadi ujung tombak Sumatera Barat untuk menggerakkan pertumbuhan perekonomian khususnya di Pasaman Barat. (adv)