Satu Tewas Tertimbun Longsor! Akses Talu-Simpang Empat Sudah Bisa Dilewati

18
DAERAH RAWAN: Petugas kepolisian sedang berada di kawasan longsor di Polongan Enam, Talamau, Pasaman Barat. Rabu (22/6) siang akses sudah bisa dilalui.(IST)

Cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan beberapa hari belakangan membuat akses dari Kajai menuju Talu Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat tertimbun longsor Selasa (21/6) malam.

Akibat longsor itu, satu orang warga Tabek Sirah Nagari Talu Kecamatan Talamau bernama Yulisman, 55, meninggal dunia tertimbun material longsor. Korban ditemukan pukul 05.00, Rabu (22/6) dalam kondisi tertimbun material tanah dan sudah meninggal.

Setelah ditemukan korban langsung dievakuasi dan dimakamkan di kampung halamannya.
Longsor yang terjadi tepatnya di Polongan Enam itu juga membuat satu unit kendaraan roda dua dengan plat Nomor Polisi BA 6857 SC  terjebak dan tertimpa material longsor.

Kemudian satu unit mini bus dengan plat Nomor Polisi BA 1087 DO juga dihantam material longsor dan satu unit mini bus terjebak di titik longsor.

Selain itu, mobil ambulans RSUD Jambak yang tengah membawa jenazah juga terjebak di titik longsor, tepatnya di Pasanggiangan. “Kami sempat mengeluarkan jenazah itu dan membawanya hingga ke rumah duka,” kata

Kapolsek Talamau AKP Junaidi di Simpang Empat. Sedangkan di titik lokasi lainnya sekitar kawasan itu satu unit roda dua juga tertimbun longsor dan sekitar 20 unit roda dua tidak dapat melintas karena terjebak longsor. AKP Junaidi menyebut, Rabu (22/6) siang akses sudah bisa kembali dilalui oleh kendaraan.

Baca Juga:  PLN Peduli Bantu Perbaikan Infrastruktur Sekolah yang Rusak Akibat Gempa

“Tumpukan material longsor yang ada di badan jalan itu sudah dibersihkan menggunakan alat berat. Pembersihan jalan itu juga dibantu oleh semua pihak. Sementara Rabu siang kendaraan sudah mulai normal,” katanya.

Menurutnya, kegiatan pembersihan material longsor dilakukan sejak Rabu pagi karena ketika longsor terjadi Selasa (21/6) malam tim kesulitan karena cuaca yang kurang bersahabat. Kemudian berkat kerja sama semua pihak, akses transportasi yang sempat tertutup sudah kembali terbuka.

Meskipun sudah terbuka, katanya, pengendara diimbau agar tetap waspada melintasi jalur Kajai-Talu karena cuaca saat ini masih ekstrem. Selain itu bukit yang ada di sepanjang jalan itu masih labil setelah bencana gempa alam beberapa waktu lalu.

Sekadar diketahui bahwa, akses jalan tersebut merupakan akses yang menghubungkan dua kabupaten yakni Kabupaten Pasaman Barat dengan Kabupaten Pasaman. Akses jalan itu terputus akibat longsor yang terjadi pada Selasa (21/6) malam sekitar pukul 19.30. (roy)