Pemuda Hadang Kendaraan, Sopir Resah

30
BUTUH PENANGANAN: Kendaraan dihadang saat melintas oleh pemuda. Pihak kepolisian diminta cepat mengatasi persoalan itu.(IST)

Sejumlah sopir yang melintas di jalan umum Simpang Jorong Sawahmudik, Jorong Sawahmudik, Nagari Batahan, Kecamatan Ranahbatahan resah karena sejumlah pemuda setempat melarang melewati jalan setempat.

Padahal jalan itu merupakan jalan pemerintah daerah setempat. Akibatnya, sejumlah sopir ini mengaku mengalami kerugian atas tindakan pemuda yang melarang melintas di jalan yang dimaksud.

Salah seorang sopir, Rudi Hartono 52, warga Ranahbatahan menuturkan, aksi itu sudah berlangsung sekitar dua minggu lalu. Ketika itu dia bersama kawannya membawa air hendak menuju perkebunan dan melintas di jalan umum Simpang Sawahmudik.

Saat itu hari sudah malam dan tepat di sekitar Poskamling Simpang Sawahmudik ada sejumlah pemuda melakukan pencegatan dan sempat terjadi silang pendapat. Akhirnya, sejumlah barang dan air yang dibawa tidak bisa dibawa ke arah Sigantang.

“Kita sudah berupaya negosiasi agar bisa melintas. Namun mereka tidak memperbolehkan melintas dan sempat terjadi adu mulut. Karena ada pencegatan itu, kamipun terpaksa memilih tidak melintas karena dikhawatirkan akan terjadi gejolak sosial,” kata Rudi.

Menurutnya, akibat tidak bisa melintas di jalan pemerintah itu, pihaknya mengalami kerugian materi. Untuk itu diharapkan kepada aparat kepolisian agar segera menertibkan sejumlah warga yang sudah meresahkan tersebut.

Alasan sejumlah pemuda itu menghalangi melintas di jalan umum itu karena ada dugaan mereka tentang aktivitas illegal logging. Padahal persoalan illegal logging di daerah itu tidak ada, bahkan sejumlah dokumen untuk rencana pembukaan lahan perkebunan sudah ada dokumen lengkapnya.

“Saya sekaligus pengelola kebun di daerah Sigantang ini sudah dirugikan. Bahkan sejumlah sopir dan warga lain yang mengharapkan hidupnya dari perkebunan itu sudah kandas,” katanya.

Sopir lainnya Putra, 24, mengatakan, ia bersama kawannya juga tidak bisa melintas di jalan umum Simpang Sawahmudik. Padahal yang mereka bawa adalah bahan material sirtu untuk pembangunan jalan di daerah Sigantang.

Namun mereka juga terpaksa memilih mundur akibat dicegat sejumlah pemuda yang sudah menunggu di Pos Siskamling jalan Simpang Sawahmudik.

“Kami khawatir kalau tidak ada tindakan dari kepolisian bisa terjadi pertengkaran. Untuk itu kami juga akan segera membuat laporan ke polisi,” kata Putra didampingi Ucok, Andan dan sopir lainnya.

Terpisah, Ketua Aktivis HAM KontraS Republik Indonesia, M Batubara menegaskan, seharusnya aparat penegak hukum cepat mengambil tindakan kalau ada warga yang menghalangi kendaraan umum di jalan umum pemerintah. Karena infrastruktur jalan itu dibangun untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk sopir yang melintas.

Artinya, kalau jalan itu ditutup atau tidak bisa dilewati kendaraan tentu bisa berujung pidana bagi pelaku yang menghalangi jalan di jalan pemerintah. Kepada aparat penegak hukum terutama pihak kepolisian diminta cepat ke lapangan dan mengambil tindakan tegas terhadap warga yang sudah meresahkan. Bila perlu mereka yang sudah meresahkan itu segera ditangkap dan diproses hukum.

“Kita minta aparat kepolisian cepat mengambil tindakan sebelum persoalan itu membesar, apalagi masalah ini dapat memicu gejolak sosial. Seharusnya aparat negara hadir di tengah masyarakat untuk melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat. Jangan ada korban nanti baru pihak kepolisian sibuk ke lapangan,” tegas M Batubara.

Terpisah, Kapolsek Ranah Batahan Iptu Dwi Rahmat Hadianto membenarkan adanya sejumlah warga yang menghalangi kendaraan melintas di Simpang Sawahmudik. Persoalan ini direncanakan dalam waktu dekat akan dilakukan musyawarah dengan pihak terkait.

“Iya benar ada permasalahan warga di jalan Umum Simpang Sawahmudik. Kami saat ini sedang membuat jadwal musyawarah yang melibatkan ninik mamak setempat. Kita berharap tidak ada gejolak sosial dan diharapkan kepada semua pihak agar saling menahan diri,” katanya. (roy)