Mulai 1 September, Pesta Pernikahan Dilarang di Pasbar

20
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasaman Barat membubarkan hiburan masyarakat yang berlangsung di malam hari, baik itu hiburan pada resepsi pernikahan maupun kegiatan lainnya.(IST)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasaman Barat membubarkan hiburan masyarakat yang berlangsung di malam hari, baik itu hiburan pada resepsi pernikahan maupun kegiatan lainnya.

“Iya, kita sudah mulai melakukan pembubaran. Namun, dilakukan secara persuasif terhadap tuan rumah yang melaksanakan pesta pernikahan. Hiburan seperti organ tunggal atau live musik itu bisa menimbulkan kerumunan yang tentu jelas melanggar protokol kesehatan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Pol PP Pasbar, Saparuddin di Simpang Empat, Rabu (25/8).

Kegiatan itu dilakukan sekaligus sebagai sosialisasi kepada masyarakat bahwa dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 yang berlaku di Pasbar, maka mulai tanggal 1 September 2021 mendatang resepsi pesta pernikahan tidak lagi dapat dilaksanakan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Sesuai Edaran Bupati Pasaman Barat mengenai PPKM Level 3, maka untuk ini kami beritahukan kepada masyarakat bahwa mulai 1 September 2021 mendatang, pesta pernikahan untuk sementara tidak dapat dilaksanakan. Hal itu sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama dalam menjalankan Edaran Bupati tersebut. Tujuannya upaya memutus penyebaran Covid-19 agar bisa berjalan maksimal.

Baca Juga:  Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap, Sudah Jadi DPO Polres Pasbar

“Kami juga berharap kerja sama dari seluruh pihak, tanpa terkecuali masyarakat dan tokoh agama yang ada di masing-masing daerah. Mari kita berikan pemahaman kepada keluarga dan teman-teman kita untuk mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu, kepada para pedagang kuliner diminta untuk mengindahkan imbauan tersebut. Nantinya mereka hanya diperbolehkan untuk melayani pembeli makan di tempat hingga pukul 21.00. Setelah lewat jam tersebut pedagang harus memberikan pelayanan sistem bungkus atau pesanan dibawa pulang.

“Untuk menghindari terjadinya kerumunan di lokasi tempat jualan kuliner, maka disarankan para pedagang menyampaikan kepada pembeli hanya melayani sistem pesan dan kemudian dibawa pulang,” ucapnya.

Adapun lokasi jajanan kuliner yang dimaksud seperti rumah makan, kafe, pedagang kaki lima di seputaran Jalur 32, serta tempat-tempat lainnya seperti warung-warung kopi di tengah-tengah masyarakat. “Mari untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, menjaga jarak serta mengurangi mobilitas,” pungkasnya. (roy)