Segini Produksi Ikan di Pasaman Dalam Setahun, Cek Infonya!

53
KAMPUNG PERIKANAN: Bupati Pasaman Benny Utama bersama Direktur Jendral (Dirjen) Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, DR .TB Haeru Rahayu meninjau kampung perikanan kemudian dilanjutkan ke lokasi pembangunan pabrik pakan ikan di Rao Selatan, Sabtu lalu.(IST)

Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendorong Kabupaten Pasaman menjadi Kampung Perikanan Nasional.

Direktur Jendral (Dirjen) Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, DR. TB Haeru Rahayu, Sabtu (30/7) berkunjung ke Kabupaten Pasaman meninjau langsung pembangunan pabrik pakan ikan dan Kampung Perikanan di Beringin, Kecamatan Rao Selatan, Pasaman.

Dirjen Perikanan Budi Daya, DR. TB Haeru Rahayu menyebutkan saat ini pihaknya sedang mendorong kampung perikanan di 120 kampung budi daya ikan yang ada di Indonesia. “Kabupaten Pasaman yang pertama dicanangkan sebagai Kampung Perikanan Nasional dari 120 yang direncanakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketertarikan Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap Pasaman, terlihat dari putaran uang hasil pemasaran ikan yang cukup signifikan berkisar Rp 1, 3 triliun pertahun. Hal ini tentunya akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama petani pembudi daya ikan.

Katanya, dengan adanya pembangunan pabrik pakan ikan berskala medium di Pasaman tentunya akan dapat mendorong peningkatan produksi perikanan di Pasaman itu sendiri.
DR .TB Haeru Rahayu berharap petani ikan tetap bersemangat menmproduksi ikan.

Baca Juga:  Bupati Pasaman Diserbu Anak SD, Tangan Memerah dan Harus Bayar Dua Juta

Bupati Pasaman, H. Benny Utama mengatakan, dengan adanya pembangunan pabrik pakan ikan diharapkan dapat memotivasi petani ikan untuk terus mengembangkan budi daya ikan air tawar.

”Sektor perikanan darat andalan dan ikon Kabupaten Pasaman dan sektor ini dapat mendorong perekonomian masyarakat Pasaman secara umum dan petani ikan secara khusus,” terangnya.

Benny Utama juga menerangkan luas kolam perikanan yang tersebar di Kabupaten Pasaman mencapai 4.494 hektare dengan produksi per tahun berkisar 58 ribu ton. Tentunya dengan luas kolam ikan tersebut dibutuhkan pakan ikan yang cukup dan murah, agar dapat mendorong peningkatan produksi ikan  dan ekonomi petani ikan terutama.

Benny Utama berharap dengan selesainya pembangunan pabrik pakan ini, nantinya akan dapat memproduksi pakan ikan yang bisa memenuhi kebutuhan lokal dengan harga yang terjangkau, kalau memungkin kan nantinya juga bisa pasarkan ke daerah lain luar Pasaman. (wni)