Benny Utama: Ikan Larangan Budaya yang Patut Dilestarikan

32
Benny Utama dan warga Nagari Pauh, Lubuk Sikaping, Pasaman, tertawa bersama.

Membuka ikan larangan merupakan tradisi yang telah turun-temurun dan patut dilestarikan terus agar menjadi jati diri. Di Pasaman, Sumatera Barat acara membuka ikan larangan bagi orang Minang sejak dulu menjadi tempat untuk bersilaturahmi.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Kabupaten Pasaman Benny Utama saat membuka secara resmi ikan larangan Jorong Pauh, Nagari Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping, Sabtu (4/6/2022).

Disambut Niniak mamak Nagari Pauah, Bupati Pasaman low profile ini menjelaskan bahwa ikan larangan ini juga bisa menjadi sumber pembangunan bagi kampung.

“Di samping menegakkan tradisi, ikan larangan ini juga bisa menjadi sumber pembangunan bagi kampung kita karena dari hasil yang didapat bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti keagamaan, pembangunan masjid, dan kegiatan kepemudaan,” tuturnya.

Untuk itu pada kesempatan tersebut ia meminta kepada panitia ikan larangan agar berkoordinasi dengan dinas terkait agar bisa mengisi ikan larangan berikutnya.

“Mungkin ke depannya larangan-larangan di daerah kita  ini kita isi atau kita tambah ikannya, meskipun ikannya tidak tetap dan akan berpindah namun yang kita harapkan agar Sumpu atau sungai-sungai di daerah kita memang memiliki ikan yang banyak sehingga akan menarik minat orang berbagi penjuru untuk datang pada saat pembukaan ikan larangan ini,” imbuhnya.

“Untuk itu panitia ikan larangan berikutnya agar berkoordinasi lah dengan dinas perikanan kita karena bisa saja kita tambah ikannya terutama ikan gariang, apalagi sumpu atau sungai-sungai yang ada di daerah kita merupakan habitat bagi ikan tersebut,” pinta Bupati.

Benny Utama juga meminta agar momentum ajang silaturahmi ini semakin menjalin kuat kekompakan membangun nagari. Tak lupa bupati memberikan sumbangan untuk kas kepemudaan Jorong Pauah. Kegiatan pembukaan ikan larangan di Jorong Pauah ini, dilanjutkan dengan memancing ikan bersama. (*)