Remaja Dominan Terlibat Laka Lantas

34
ilustrasi lakalantas. (jpg)

Angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Pasaman selama dua tahun terakhir kecenderungan menurun. Pada tahun 2020 kasus kecelakaan lalu lintas berjumlah 115 kejadian.

Dengan rincian 35 korban meninggal dunia, 2 korban luka berat, dan 177 korban luka ringan. Turun dibanding tahun 2019 dengan 153 kejadian. Rinciannya, 34 korban meninggal, 5 korban luka berat dan 267 korban luka ringan. Untuk kerugian material tahun 2020 berjumlah Rp 164.200.000. Dibanding tahun 2019 berjumlah Rp 103.575.000.

“Untuk perbandingan tingkat persentase laka lantas antara tahun 2019 dan 2020 secara umum menurun. Jumlah kecelakaan menurun 25 %, korban meninggal dunia naik 3 %, korban luka berat turun 60 %, dan korban luka ringan turun 34 %. Sementara kerugian material naik 56 %,” kata Kasat Lantas Pasaman, AKP Bezaliel Mendrofa didampingi Kanit Laka Aiptu Armen Nasir.

Untuk anatomi pada tahun 2020, Bezaliel mengatakan, jenis laka lantas berjumlah 115 kejadian. Rinciannya, kejadian kecelakaan tunggal 4 kejadian, depan-depan 23 kejadian, depan-belakang 18 kejadian. Depan-samping 35 kejadian, samping-samping 6 kejadian, tabrak manusia 30 kejadian dan kejadian lainnya 1 kejadian.

Kemudian, jenis kendaraan terlibat yakni sepeda motor 141 unit, mobil penumpang 24 unit, mobil barang 32 unit dan mobil bus 1 unit. Sedangkan untuk usia korban, usia 0-19 tahun sebanyak 16 orang, usia 10-15 tahun sebanyak 30 orang, usia 16-30 tahun (Usia Produktif) sebanyak 84 orang. Usia 31-40 tahun sebanyak 26 orang, usia 41-50 tahun sebanyak 24 orang, dan umur 50 tahun ke atas sebanyak 34 orang.

Baca Juga:  Pemkab Pasaman dan Rohul Silaturahmi, Jalan Rokan - Rumbai Tuntas 2024

Sedangkan untuk usia tersangkanya, usia 5-15 tahun sebanyak 10 orang, usia 16-25 tahun sebanyak 36 orang, usia 26-30 tahun sebanyak 8 orang. Usia 31-40 tahun sebanyak 28 orang, usia 41-45 tahun sebanyak 17 tahun, dan usia 51 tahun ke atas sebanyak 17 orang.

“Dan kebanyakan usia korban kecelakaan paling banyak disumbangkan oleh remaja hingga muda atau umur produktif 16-30 tahun. Sedangkan usia tersangka disumbangkan oleh remaja juga atau umur 16-25 tahun,” ujarnya.

Terkait lokasi kejadian, Bezaliel menyebut, pada umumnya lokasi kejadian laka lantas berada di jalan Nasional. “Status kecelakaan di jalan Nasional dengan korban sebanyak 75 orang, provinsi 17 orang, dan kabupaten/kota 23 orang,” katanya.

Upaya pencegahan pun dinilai harus dilakukan. Salah satunya melalui program kegiatan inovasi seperti program edukatif. “Seperti tahun 2020 lalu, kita memberikan edukasi lalu lintas kepada pelajar tingkat SLTA dengan memanfaatkan jam ekstrakurikuler sekolah tingkat SLTA. Sedangkan wacana tahun 2021, Satlantas Pasaman akan menempatkan 1 Polantas 1 kecamatan. Tujuan program itu adalah untuk menekan angka kecelakaan dan memberikan edukasi lalulintas di setiap kecamatan,” pungkasnya.(l)