Pengungsi yang Rumahnya Rusak Ringan, Diimbau Kembalilah ke Rumah

24

Masa tanggap darurat 14 hari pascabencana gempa bumi Kabupaten Pasaman akan segera berakhir. Namun Bupati Benny Utama belum memutuskan apakah diperpanjang atau dihentikan.

“Dua hari ke depan akan berakhir, di tanggal 10 Maret. Tapi sesuai ketentuan, masih boleh diperpanjang. Namun kita lihat dulu perkembangan selama sisa waktu dua hari terakhir ini,” ujar Bupati Benny Utama, di posko tanggap darurat bencana gempa bumi Pasaman, Kantor Camat Tigo Nagari, Selasa (8/3).

Dijelaskan, pada fase ini akan diupayakan pengembalian masyarakat yang berada di tenda-tenda pengungsian, agar mau pulang menetap di rumahnya masing-masing.

“Bagi yang rumahnya rusak ringan atau masih baik, diimbau untuk kembali pulang tinggal di rumahnya. Namun bagi yang rumahnya rusak berat atau hancur, akan segera dibuatkan hunian sementara di lokasi sekitar rumahnya,” kata bupati.

Disebutkan, ada kekhawatiran jika masyarakat tetap tinggal di tenda-tenda pengungsian, akan timbul masalah baru, yakni berjangkitnya berbagai penyakit.

“Tinggal di tenda pengungsian itu tidak sehat. Apalagi saat ini sudah muncul kasus malaria dan ISPA,” ungkapnya.

Namun diakui, masih ada perasaan traumatik di sebagian masyarakat, terutama yang bermukim di Nagari Malampah, untuk mau kembali tinggal di rumah mereka.

Baca Juga:  'Dotor' Hendra Gunawan Dilantik Jadi Wali Nagari Durian Tinggi

Sebagain besar masyarakat di Malampah masih gamang untuk kembali tinggal di rumahnya. Bayangan akan bahaya gempa masih tetap ada. Dan itu wajar, terutama bagi kalangan anak-anak dan orangtua.

Bupati berharap, traumatik warga Malampah cepat pulih. Karena sejak gempa kuat Jumat (25/2) lalu, hanya ada gempa susulan bermagnitudo rendah, dan tidak membahayakan.

“Musibah memang datang atas kehendak Allah, dan kita manusia tidak pernah tahu itu kapan. Namun dari seluruh pengalaman selama musibah gempa terjadi, jika di lokasi yang sama, tidak pernah terjadi gempa ulangan yang sama kuat, apalagi melebihi,” terang bupati.

Dikatakan, hidup ini terus berlanjut, dan kehidupan perlu dibangun kembali. Janganlah terlalu lama larut dalam nestapa yang berkepanjangan.

“Mari segera bangkit, ikhlaskan yang sudah terjadi, dan berserah dirilah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita selalu terjaga, terhindar dari segala marabahaya,” imbau H Benny Utama.

Turut disampaikan, di Kecamatan Tigo Nagari saat ini sudah ada puluhan psikolog dari berbagai kelompok dan organisasi, melakukan trauma healing bagi masyarakat terdampak gempa Malampah. Sasarannya lebih kepada orangtua dan anak-anak. (*)