RSUD Tutup, Tujuh Puskesmas Disiagakan

116
ilustrasi. (net)

Sejumlah puskesmas rawatan di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman disiagakan untuk melayani lonjakan pasien. Ini menyusul ditutupnya pelayanan di RSUD Lubuksikaping. RSUD itu ditutup karena satu orang dokter yang bertugas terinfeksi positif Covid-19.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, dr Rahadian Suryanta Lubis membenarkan penutupan pelayanan di RSUD Lubuksikaping untuk sementara waktu, sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Pihaknya sudah menunjuk fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan rawat inap untuk memberikan pelayanan gawat darurat kepada masyarakat di Pasaman.

“Ada tujuh puskesmas rawatan dan satu RS Pratama dipersiapkan untuk memberikan pelayanan gawat darurat dan pelayanan lainnya kepada pasien. Sementara rujukan langsung ke Bukittinggi,” jelas Rahadian.

Terpisah, Direktur RSUD Lubuksikaping, dr Yong Marzuhaili menyebutkan penutupan pelayanan IGD dan rawat jalan di RSUD Lubuksikaping dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Bupati Pasaman. Penutupan dilakukan terhitung mulai, Rabu (9/9) sampai dengan batas waktu yang tidak dapat ditentukan.

“Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dikarenakan adanya salah seorang petugas (dokter) positif Covid-19, maka pelayanan IGD, IGD Ponek dan rawat jalan di RSUD Lubuksikaping ditutup sementara,” kata Yong.

Baca Juga:  TMMD Dimulai Serentak di Pasaman dan Dharmasraya

Dokter tersebut kata dia, merupakan dokter umum jaga di Intalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit itu. Dokter tersebut diduga terinfeksi setelah pulang dari rumah orang tuanya di Kota Bukittinggi. Pihaknya saat ini sudah melakukan isolasi terhadap dokter tersebut untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Setelah dikasih tahu dokter RSUD positif satu orang, yang bersangkutan langsung kita isolasi di rumah sakit. Sebelumnya dia, kita jemput ke kontrakannya. Juga ada dua dokter yang ikut diisolasi karena satu kontrakan dengan dia,” ungkap dr Yong.

Demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah itu, pihaknya saat ini sudah melakukan tracking (pelacakan) terhadap orang yang kontak erat dengan dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut untuk selanjutnya menjalani swab tes. Hasilnya, ada ratusan orang tenaga medis.

“Hasil tracking petugas RSUD yang kontak erat dengan dokter itu berjumlah 149 orang. Rinciannya, 13 orang dokter spesialis, 1 dokter residen bedah, 11 orang dokter, 92 orang perawat dan bidan, 32 orang tenaga lainnya. Besok, akan dilakukan swab,” jelas Yong. (*)