Anggaran Bangun Daerah Minim saat Pandemi, Begini Lobi-lobi Bupati Pasaman

47

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, sulit bagi kepala daerah melakukan percepatan pembangunan untuk menggeliatkan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat di daerah yang dipimpinnya.

Apalagi jika daerah hanya mengandalkan dan alokasi umum dan khusus (DAU/DAK) dalam APBD berjalan. Dan, terasa makin berat ketika anggaran di-refokusing ke kebutuhan penanganan Covid-19.

Menyikapi itu, Bupati Pasaman Benny Utama tak berpangku tangan dalam upaya melakukan percepatan pembangunan daerah. Apalagi periodesasi jabatan hasil pilkada 2020 hanya 3,5 tahun. Sudah berjalan enam bulan.

Benny harus “putar otak”. Lobi-lobi ke kementerian dan lembaga serta menggaet alokasi anggaran di organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumbar dan unit instansi vertikal dilakukannya.

“Dengan porsi anggaran yang ada sekarang, ditambah keharusan refocusing APBD di masa pandemi Covid-19, tentu tidak akan banyak yang bisa kita perbuat. Apalagi jika bicara percepatan pembangunan dan merealisasikan program kerakyatan khusus, yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini,” ungkapnya di Padang, Sabtu (11/9/2021).

Menurutnya, amanah yang sudah disandang, mesti dipertanggungjawabkan. Kelemahan dan kendala yang dijumpai, harus diatasi agar harapan masyarakat yang tertompang bisa diwujudkan.

“Bagi saya, tindakan dan kebijakan yang membawa manfaat bagi banyak orang sesuatu hal lumrah dilakukan seorang kepala daerah. Memang itu tugas dan tanggungjawabnya,” tegas Benny.

Baca Juga:  Percepat Vaksinasi Masyarakat Penerima Bansos

Kader Golkar yang telah dua kali menjabat bupati ini mendatangi banyak pejabat instansi pemerintahan, baik OPD provinsi, maupun instansi vertikal di Padang.

“Alhamdulilah hasil yang diperoleh cukup menggembirakan. Seperti pertemuan dengan Rektor UNP, telah diperoleh kepastian lokasi pembangunan Kampus UNP di Kecamatan Tigo Nagari, dan Pak Rektor sudah menyampaikan suratnya ke kita,” ungkapnya.

Selanjutnya, pembangunan pabrik pakan ikan mandiri di Rao akan dilelang (tender) pada November 2021 ini oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan pagu dana hampir Rp30 miliar. Pengerjaan fisiknya bakal dimulai Januari 2022.

Selain mendatangi Rektor UNP Prof Ganefri, dalam waktu dua hari, Kamis dan Jumat (9-10/9/2021), Benny Utama bertemu Kepala BWS Sumatera V Dian Kamila, Kasatker PJN I Sumbar Thaibur, Kadis PUPR Fhatol Bari, dan Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi, serta beberapa kepala kantor lainnya.

Kegiatan jemput bola untuk menggaet program pembangunan itu mendapat respons positif.

“Alhamdulillah direspon secara baik. Namun ada beberapa dokumen yang harus kita lengkapi, termasuk beberapa surat ke kementerian. Agar program yang kita ajukan bisa terealisasi mulai tahun depan,” jelas Benny.(idr/rel)