Dewan Positif, Rapat RAPBD Ditunda

22
ilustrasi. (net)

Sejumlah agenda rapat di DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat terpaksa diundur. Hal ini dampak dari terpaparnya satu anggota DPRD Kepulauan Mentawai dari Covid-19, Minggu (11/10).

“Ada dua rapat yang terpaksa harus kita tunda dulu pelaksanaannya. Di antaranya rapat perubahan Perda RTRW dan rapat pembahasan Rancangan APBD tahun 2021 mendatang,” kata Sekretaris DPRD Kepulauan Mentawai, Halomoan Pardede yang dihubungi wartawan, kemarin, (14/10).

Saat ini sesuai protokol kesehatan, kantor DPRD masih disterilkan hingga hasil swab tes keluar. Nantinya, setelah diketahui hasil swab tes anggota dewan dan staf negatif, kata dia, barulah diagendakan lagi untuk rapat selanjutnya.

“Sampai saat ini, kita belum bisa memastikan kapan pelaksanaan rapat selanjutnya. Kita akan tanyakan kembali kepada pimpinan setelah hasil swab negatif keluar,” ungkapnya.
Informasi dihimpun Padang Ekspres, agenda rapat DPRD dalam minggu ini yakni rapat konsultasi dengan Pemprov Sumbar. Lalu, pada minggu pertama bulan November, yakni rapat pembahasan Ranperda revisi RPJMD dan kerja dengan pendapat soal Covid-19.

Sementara untuk pembahasan Ranperda APBD tahun 2021 diagendakan pada tanggal 9 hingga 14 November 2021. Saat ini, seluruh anggota DPRD yang telah melakukan swab tes pada hari Senin, (12/10), hingga Rabu, (14/10), diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Pantauan Padang Ekspres, kemarin, anggota Komisi III DPRD Kepulauan Mentawai, Fernando Sabajou, ikut melaksanakan pengambilan swab tes di Mako Polres Kepulauan Mentawai. Dia mengaku, baru saja kembali ke Tuapejat dari daerah Dapil III Siberut.

“Saya baru saja datang dari Siberut. Nah, untuk memastikan kesehatan, saya langsung mengikuti swab tes yang diselenggarakan di Mako Polres Kepulauan Mentawai,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bukan soal Kelancaran, tapi juga Taat Prokes

17 Warga Positif Covid-19
Sementara itu,  di Pasaman, sebanyak 17 orang terkonfirmasi positif Covid-19, kemarin. “Ada 17 orang warga Pasaman terkonfirmasi positif. Warga yang terkonfirmasi itu diketahui positif berdasarkan, hasil tes swab tanggal 13 Oktober. Seluruh pasien positif yang terkonfirmasi itu tertular karena kontak erat dengan pasien positif sebelumnya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasaman, Williyam Hutabarat.

William menyebutkan, 17 warga Pasaman yang terkonfirmasi positif itu, di antaranya 7 orang berjenis kelamin laki-laki, 10 orang berjenis kelamin wanita. Sedangkan asal kecamatan yakni Kecamatan Lubuksikaping, Kecamatan Panti, dan Kecamatan Padanggelugur.

Menanggapi itu, Tim Dinas Kesehatan sedang turun kelapangan guna men-tracking warga yang berkontak erat dengan pasien untuk dilakukan tes swab dan pemeriksaan. “Atas kejadian itu, pihak pemda mengimbau kepada masyarakat untuk mensukseskan dan menerapkan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru yang sudah diberlakukan pada tanggal (9/10) kemarin,” ujarnya.

Menurutnya, dengan menerapkan Perda itu, Pemkab Pasaman yakin wabah korona bisa dicegah, dan kasus positif Covid-19 bisa berkurang di daerah. Dan hal itu bisa terlaksana jika masyarakat menjalankan protokoler kesehatan.

“Kami berharap masyarakat tetap disiplin, menjaga jarak dalam berkomunikasi, rajin mencuci tangan, dan tetap memakai masker didalam menjalankan aktivitas agar penyebaran wabah Covid-19 bisa teratasi,” tukasnya.

Informasi yang dihimpun, hingga hari ini warga telah terinfeksi Covid-19 di Kabupaten Pasaman berjumlah 69 orang. Dirawat di rumah sakit 5 orang, Isolasi mandiri 40 orang, meninggal dunia 4 orang,dan sembuh 20 orang.(rif/l)