Benny Utama Kebut Huntara Selesai Sebelum Masuk Ramadan

7

Bupati Pasaman Benny Utama targetkan pembangunan huntara bagi pengungsi selesai jelang Ramadan. Memasuki bulan suci Ramadan, tidak ada lagi masyarakat korban gempa yang tinggal di pengungsian.

Hal ini ditegaskannya saat meninjau gudang logistik bagi korban gempa. “Kita khawatir jika terlalu lama hidup di pengungsian, akan muncul masalah baru berupa penyakit, seperti flu, malaria, ispa serta penyakit kulit dan lainnya,” kata Bupati, Senin (21/3).

Bagi masyarakat korban gempa yang rumahnya hancur, rusak berat dan tidak bisa ditempati lagi, untuk sementara waktu dibangunkan hunian sementara (huntara), yang jumlahnya mencapai 500 unit untuk 500 KK.

Di Pasaman, selain dibangun dengan model huntara standar, juga dikembangkan pola swadaya perbantuan, dengan memanfaatkan material bangunan rumah rusak berat, sepetti seng, kayu, jendela, pintu, dll.

“Kita tinggal membantu pembelian semen dan pasir untuk lantai, serta triplek/gypsum untuk dinding, juga upah. Dan diupayakan sumur air atau kamar mandi rumahnya yang rusak, bisa dipakai kembali,” terang Bupati Benny Utama.

Dikatakan, saat ini pembangunan huntara di Kampung Aur, Jorong Siparayo, Nagari Malampah sudah mulai dibangun. Sebagian sudah selesai, dan sebagian lainnya tengah dikerjakan. “Kita targetkan, di bulan suci Ramadan, tidak ada lagi korban gempa yang tinggal di pengungsian,” katanya.

Untuk stok pangan bagi pengungsi, saat ini masih tersedia di posko dan gudang penyimpanan logistik. “Alhamdulillah, bantuan dan sumbangan donatur masih datang hingga sekarang, dan kita juga siapkan dana cadangan, jika nanti stok pangan dan bantuan sudah habis,” ungkap Bupati Pasaman.

Berakhirnya masa tanggap darurat 10 Maret 2022 lalu, Pemkab Pasaman menetapkan tahap Transisi Darurat menuju pemulihan, dalam penanganan pasca gempa bumi yang menghantam sebagian wilayah Kabupaten Pasaman medio Jumat 25 Februari 2022.

Di fase ini para pengungsi yang mencapai jumlah 3000 jiwa di Kenagarian Malampah, Kecamatan Tigp Nagari dihimbau untuk kembali ke lokasi rumah masing-masing dan mininggalkan tenda-tenda pengungsian.

Bupati berharap, warga masyarakat di daerah terdampak gempa, bisa beraktifitas normal kembali, untuk menjalani usaha dan pekerjaan mereka sehari-hari.(*)