Infrastruktur Jadi Kendala Utama Tingkatkan Potensi Daerah

26
KUNKER: Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama rombongan naik sampan menuju Jorong V Pertemuan Nagari Muaro Sungai Lolo Kabupaten Pasaman, Rabu (21/7). Minimnya infrastruktur di daerah tersebut menyebabkan sulit meningkatkan potensi daerah.(IST)

Kunjungan Kerja Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama rombongan disambut hangat dan antusias masyarakat Jorong V Pertemuan. Walaupun bersampan lebih dari 3 jam melawan arus dari Muaro menuju Jorong V Pertemuan Nagari Muaro Sungai Lolo. Airnya yang cukup deras tapi dangkal membuat turun naik kapal beberapa kali sampai ke tujuan.

“Suasana alam yang masih terjaga keasriannya dengan suasana airnya yang jernih dan menyejukkan. Derasnya gemercik air memberikan suatu keindahan alam yang tiada taranya, pentingnya bagi setiap kita untuk menjaga keasrian lingkungan alam sebagai rasa syukur kita akan rahmatNya,” ungkap gubernur di sela-sela kunjungan kerja ke Jorong V Pertemuan Nagari Muaro Sungai Lolo kecamatan Mapat Tunggul Selatan Pasaman, Rabu (21/7).

Gubernur Sumbar juga mengatakan, kunjungan kerja ini bagian upaya mendekatkan pelayanan pemerintahan dalam rangka meningkatkan pembangunan daerah yang selama ini masih terisolir jauh dari kemajuan pembangunan.

“Dari data yang ada, Jorong V Pertemuan Nagari Muaro Sungai Lolo memiliki potensi besar dalam produk gambir, minyak sereh wangi, minyak atsiri, karet. Dan ada 175 kepala keluarga yang ada di perkampungan tersebut,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengatakan, dilihat dari kondisinya infrastruktur jalan menjadi kendala pertama dalam meningkatkan potensi daerah belum lagi soal infrastruktur pelayanan dasar.

“Kunjungan kerja ini bahagian dari upaya mengetahui kesulitan masyarakat di daerah terisolir dan melihat dari dekat potensi daerah untuk menentukan hal-hal penting dalam menetapkan kebijakan pembangunan daerah,” katanya.

Ramlan, warga Jorong V Pertemuan mengatakan, jika kondisi air dalam, biasa transportasi lewat sanpan hanya akan memakan waktu 1 jam lebih cepat daripada lewat darat dengan motorcross bisa mencapai 2 jam yang dari Muara Sungailolo-Jorong V Pertemuan 28 Km karena turun naik bukit terjal.

“Saat ini kondisi Sungailolo agak sedikit kurang, karena beberapa hari ini kondisi tidak hujan. Wajar saja lewat kapal yang di muat 4-5 orang penumpang turun naik karena sampan kandas diantara batu sungai. Bisa jika air dalam sampan bisa membawa penumpang 10 orang,” katanya.

Ramlan juga mengatakan, Jorong V Pertemuan memiliki 3 suku secara garis besar, suku Piliang, suku Patapang dan suku Melayu. Nanun suku Piliang juga terbagi tiga dalam kaumnya dengan masing-masing datuk penghulu.

“Jorong V Pertemuan ini merupakan salah satu jorong yang ada di Nagari Muaro Sungai Lolo. Jorong pertemuan ini disebut karena tempat bertemunya dua sungai yang menyatukan Sungailolo,” pungkasnya.

Gubernur Tantang Pemuda

Dalam pertemuan dengan pemuda setempat, gubernur menantang para pemuda ajukan proposal untuk kemajuan daerah setempat. “Dalam satu bulan ke depan, saya minta pemuda Jorong V Pertemuan datang temui saya di Gubernuran bersama tokoh masyarakat, pemerintah Kabupaten Pasaman, anggota DPRD dan bawa proposal, gagasan kegiatan apa yang akan dilakukan dalam percepatan kesejahteraan masyarakat Jorong V Pertemuan Nagari Muaro Sungai Lolo ini,” ujar gubernur.

Tantangan ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah kepada para pemuda Jorong V Pertemuan Nagari Muaro Sungai Lolo Kecamatan Marpat Tunggul Selatan dalam pertemuan dan silaturrahmi di masjid Raya Muklisin Jorong V Pertemuan.

Baca Juga:  Percepat Vaksinasi Masyarakat Penerima Bansos

Hadir dalam pertemuan tersebut, anggota DPD RI, wakil bupati Pasaman, beberapa OPD terkait di lingkup Pemprov Sumbar, Ketua Ikatan Trail Adventure dan tim trabas sosial pembagian daging kurban 1442 H.

Gubernur Sumbar juga mengatakan, putra dan putri daerah wajib berikan kontritbusi pemikiran, tenaga dan kerjabersama apa-apa yang mesti dilalukan dalam persoalan yang ada beri solusi yang cepat membantu tingkatkan kesejahteraan masyarakat kampung halamannya masing-masing.

“Begitu banyak potensi daerah masyarakat Jorong V Pertemuan Nagari Muaro Sungai Lolo, ada gambir, serai wangi, asiri, karet dan ikan garing, serta karya budaya masyarakat yang ada. Karena itu para pemuda mesti bangkit mampu berikan kerja nyata majukan kampung halamannya,” ajak Mahyeldi.

Mahyeldi juga menyaampaikan saat ini di daerah Padangpariaman ada pengembangan tanaman pinang wangi dan kelapa Kampung Dalam hasil kualitas unggul yang akan ditebar di Sumbar agar nanti bisa sejahterakan masyarakat.

“Hal-hal positif dalam pengembangan pertanian dan perkebunan di daerah subur perlu terus kita kembangkan baik, bibit maupun alat-alat sarana prasarana yang membuat produksi lebih unggul. Dan untuk daerah terisolir dan tertinggal ini dapat menjadi perhatian kita bersama agar ada percepatan kesejahteraan dalam pendapatan mereka,” ujarnya.

Anggota DPD RI Muslim Yatim dalam kesempatan juga menyampaikan, kehadiran gubernur di daerah terisolir Jorong V Pertemuan ini menjadi berkah kemajuan dan jorong ini bakal banyak di kunjungi banyak orang nantinya.

“Karena itu perlu disiap sarana WC umum, karena istilah ke sungai tidaklah elok bagi tamu-tamu kita nantinya. Jorong Pertemuan daerah yang tertinggal dalam segala hal ini perlu berbenah dimulai dari masyarakatnya membuka diri dan tingkatkan produktivitas daerah, apakah gambirnya, minyak serai wangi dan lain-lain kunjungan banyak orang itu akan membawa keberuntung,” ajaknya.

Muslim Yatim juga menyampaikan, saat ini pemkab Pasaman sedang memproses pembangunan infrastruktur jalan secara bertahap dan Ppemprov Sumbar juga ikut membangun sesuai kewenangannya.

“Dulu belum berlampu listrik, saat ini sudah ada bantuan listik solar panel yang dibantu gubernur 40 rumah melalui program listrik mandiri (linmar). Sudah ada listrik tentunya pelaksanaan ibadah akan lebih baik lagi, mengaji dan shalat malam,” ujarnya terharu.

Muslim juga himbau para sarjana dan mahasiswa asal Jjorong Pertemuan yang saat ini ada lebih kurang 60 orang menjalani perkulihan di Padang, Bukittinggi diharapkan serius meningkatkan kemajuan diri dan ikut serta memikirkan dan cari solusi memajukan kampung ini.

“Pendidikan salah satu sarana untuk merobah nasib dan membangun daerah ini, jangan tunggu perhatian pemerintah akan tetapi mesti aktif secara bersama-sama mendekatkan diri dengan pemerintah untuk bersama sama membangun memajukan dan mensejahterakan Jorong Pertemuan ini,” ujarnya. (rel)