Pengerjaan Batang Sumpur Ditarget Rampung Desember

33
DITARGET RAMPUNG DESEMBER: Alat berat bekerja di Batang Sumpur. Saat cuaca ekstrem sungai tersebut mengancam keselamatan warga dan lahan pertanian setempat. Pemkab Pasaman berharap pengerjaan bisa tepat waktu dengan hasil maksimal, sehingga memberi manfaat bagi masyarakat.(WILIAN/PADEK)

Pengerjaan normalisasi atau pengendalian banjir Batang Sumpur di Nagari Jambak, Kecamatan Lubuksikaping ditargetkan rampung Desember ini.

Bupati Pasaman Benny Utama mengharapkan proyek pembangunan senilai Rp12,3 miliar yang bersumber dari Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat ini, agar selesai tepat waktu.

Rekanan juga diminta bekerja serius, mengingat normalisasi Batang Sumpur itu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Seperti diketahui, debit air Batang Sumpur sering meluap saat cuaca ekstrem.

Selain itu, Batang Sumpur juga sangat dekat dengan permukiman warga. Jika terjadi banjir akan mengancam keselamatan warga termasuk lahan pertanian setempat.

Tidak hanya pengerjaan Batang Sumpur, Bupati Benny juga selalu mengimbau agar seluruh proyek-proyek yang bersumber dari APBD maupun APBN di Kabupaten Pasaman agar dikerjakan secara maksimal.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera, Satriawan saat meninjau pengerjaan pengendalian banjir itu menjelaskan, sejauh ini, proses pekerjaan yang dilakukan rekanan tidak menemui kendala.

Bahkan, selaku PPK, ia berharap pekerjaan tersebut selesai 100 persen bobotnya di akhir November mendatang. “Target ini sudah dibicarakan dengan rekanan. Rekanan kooperatif dan bersedia menambah alat kerja dan kelompok kerja untuk mengejar  etimasi waktu yang kami harapkan,” pungkas Satriawan.

Sementara itu, Direktur Cabang PT. Bunda, Itwantri Daulay, selaku rekanan, Minggu (24/10) mengatakan, hingga saat ini semua pekerjaan yang dilakukan berjalan aman lancar dan tidak ada kendala.

Ia menyebut, proyek yang dikerjakan dalam waktu 270 hari kelender atau hingga Desember nanti sudah menyentuh bobot sekitar 49 persen lebih.

Baca Juga:  Bupati Pasaman Diserbu Anak SD, Tangan Memerah dan Harus Bayar Dua Juta

“Kalau dalam ketersediaan material kerja dan pekerja di lapangan tidak ada kendala. Hanya saja, dalam pelaksanaannya, cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi kami rekanan dalam menyelesaikan proyek ini tepat waktu,” kata Itwantri.

Itwantri merinci dalam proses pekerjaan, bangunan pengendalian Batang Sumpur ini dikerjakan oleh lima kelompok kerja yang bekerja di bidangnya masing-masing. Mulai dari perangkaian besi, pemasangan batu hingga tenaga khusus pengecoran dan alat berat.

“Dalam pekan ini, kita bakal menambah sedikitnya tiga kelompok kerja lagi. Biar bobot kualitas dan kwantitas proyek yang kita realisasikan di lapangan tercapai dan terjaga. Ini sesuai arahan PPK dan pengawas,” kata Itwantri.

Dijelaskannya, proyek pengendalian Batang Sumpur ini sepanjang 1600 meter. Dimana berbentuk pendaman bibir kiri dan kanan sungai masing-masing 800 meter.

“Perihal manfaat, ini sangat besar. Kami mengerjakan proyek ini sampai ke anak-anak sungai yang telah tertuang dalam kontrak kerja. Rata-rata, semua penduduk di Nagari Jambak ini berprofesi sebagai petani. Banyak sawah yang bakal aman, tersuplai dan terjaga airnya bila proyek ini selesai. Tidak itu saja, untuk para pekerja, kami menerjunkan masyarakat local untuk menambah pendapatan asap dapur mereka,” kata Itwantri.

Terhadap pekerjaan itu, Taslim Dt Rangkayo Basa salah seorang Ninik mamak Jambak sangat support mendukung penuh kegiatan pekerjaan, karena proyek pekerjaaan ini disamping akan mencegah terjadinya bencana banjir juga sangat bermanfaatnya bagi masyarakat khususnya para petani ke depan.(wni)