PSBB di Perbatasan Sumut Diperketat, Tim Temukan Dua Perantau Wajib Karantina

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Foto: dok.padek)

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Pasaman berlangsung ketat. Sejumlah kendaraan yang masuk ke Sumbar dari daerah itu disuruh putar balik oleh petugas yang berjaga di posko perbatasan. Seperti di Perbatasan Sumbar-Sumut, persisnya di Muara Cubadak, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman.

“Sejak hari ke-3 PSBB diterapkan, posko perbatasan Sumbar-Sumut sangat ketat pelaksanaannya. Mulai dari pemantauan dan pengawasan warga melintas,” kata Haris Hamonangan, Ketua Posko PSBB Perbatasan Sumbar-Sumut di Muara Cubadak Kecamatan Rao, Pasaman, kemarin.

Pada hari ke-3 PSBB, di posko perbatasan banyak kendaraan roda empat atau mobil pribadi disuruh putar balik. Sementara truk yang mengangkut logistik dan mobil ekspedisi tetap diperbolehkan melewati perbatasan namun tetap melakukan pengecekan.

“Dari Minggu (26/4), sudah 55 kendaraan roda empat melintas. Dan setiap mobil kendaraan itu mulai dari mobil pribadi, mobil angkutan, dan travel diperiksa identitas orang di dalamnya,” ucapnya.

Salah satu penumpang travel, Andika Mardinus Saogo mengaku dari Jakarta dan hendak pulang ke kampung asal di Pasibuat Kecamatan Sikakap, Kabupaten Mentawai. Akan tetapi, di posko perbatasan Sumbar-Sumut ia diperiksa ketat.

“Saat pemeriksaan, kami diberikan surat pernyataan bersedia untuk dikarantina. Sebab, status kami di saat PSBB, keluar dari zona merah Covid-19 yakni Jakarta,” katanya.

Sementara, salah satu petugas kesehatan posko perbatasan Muara Cubadak, Sumbar-Sumut, Alexanderhan Lubis menyebut setiap warga perantau atau masyarakat yang melintas di daerah perbatasan diperiksa secara ketat. Pemeriksaan dilakukan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19.

Sejauh ini, rata-rata yang melintas di daerah perbatasan adalah perantau Sumbar yang memakai kendaraan pribadi, travel dan mobil angkutan lainnya.

“Dan setiap penumpang, dilakukan pengecekan suhu tubuh dan dicatat dalam daftar isian pelintas Perbatasan Sumbar. Jika suhu tubuh berada di atas 38°C wajib dikarantina, dan jika suhu tubuh di bawah 37°C dianggap bebas,” ungkapnya.

Saat pemeriksaan PSBB ini, sebut Alexanderhan, baru 2 orang warga Sumbar yang wajib dikarantina atau isolasi. Yakni warga Sumbar asal Mentawai yang keluar dari zona merah (Jakarta) yang masuk ke Sumbar.

“Pelaksanaan PSBB di posko perbatasan Sumbar-Sumut hingga kini berjalan lancar baik dari segi pemeriksaan kendaraan, pemeriksaan kesehatan dan aturan pelaksanaan PSSB Covid-19 di Sumbar. Namun ada kendala bagi petugas di perbatasan, yakni keterbatasan APD seperti masker, handsanitizer, helm dan APD lainnya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan PSSB Covid-19 di perbatasan Sumbar-Sumut, posko diisi oleh 18 personel terdiri dari tenaga kesehatan, personel BPBD, Satpol PP, Dishub, Polri. Petugasnya dibagi dengan 2 shift, dengan waktu shift selama 12 jam secara bergantian. (*)