Ribuan UMKM Terancam Bangkrut

Tim gabungan melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah jalan di Kota Solok, Sumatera Barat, Minggu (29/3). (IST)

Wabah virus korona (Covid-19) tak hanya berdampak pada kesehatan saja. Tapi juga dirasakan sektor ekonomi. Salah satunya pelaku UMKM di Pasaman. Pembatasan aktivitas masyarakat Pasaman di luar rumah berdampak pada omzet pelaku UMKM. Untuk itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasaman berupaya menyelamatkan sekitar 7.500 pelaku UMKM dari kebangkrutan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Pasaman, Yossi Nasution. Dia mengatakan, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasaman terus mencari cara agar ribuan pelaku UMKM di daerah itu tidak gulung tikar, dampak mewabahnya virus korona. Berbagai upaya akan terus dilakukan guna menyelamatkan sektor UMKM dari kebangkrutan imbas virus ini. “Berbagai solusi terbaik masih kita carikan untuk menyelamatkan sektor UMKM di Pasaman, ada 7.500 lebih UMKM yang wajib kita selamatkan dari kebangkrutan,” kata Yossi Nasution.

Salah satu solusi yang bisa ditawarkan oleh pihaknya kepada para pelaku UMKM di daerah itu, ialah melakukan pemasaran produk secara daring (dalam jaringan). “Kita akan fokus dalam pemasaran secara online dan juga menawarkannya, sebab selain hemat biaya, wilayah jangkauannya juga luas. Ini upaya kita menyikapi situasi saat ini,” ucapnya.

Untuk itu, kata Yossi, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan situs belanja online milik Pemprov Sumbar, yaitu Bajojo.com dan Blanja.com, miliknya PT Telkom, (BUMN) untuk membantu memasarkan produk milik UMKM setempat.  Bahkan, pihaknya bersama Bajojo.com, sudah memberikan pelatihan kepada 15 pelaku UMKM di Pasaman. Berbagai ilmu diberikan, agar menarik minat pelaku UMKM memasarkan produknya secara daring.
“15 pelaku UMKM itu bergerak di bidang makanan olahan dan kopi kemasan. Mereka dilatih, di antaranya bagaimana cara pengemasan produk agar tampil menarik dan semakin berkualitas,” katanya.

Dalam rangka menghadapi suasana pelik ini, Yossi mengimbau para pelaku UMKM harus lebih kreatif serta pandai melihat peluang pemasaran lain, khususnya lewat daring karena lebih hemat biaya. “Cobaan ini harus dijalani, harus bijak, harus pandai melihat peluang, satunya peluang pemasaran lewat online. Ini akibat pembatasan pergerakan barang dan orang,” katanya. (l)