Jual Mobil Tua Damkar, 3 ASN Ditahan

30
ilustrasi. (net)

Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Payakumbuh, ditahan penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Payakumbuh. Ketiga ASN yang terdiri dari satu Kepala Seksi (Kasi) dan dua staf Pemadam Kebakaran (Damkar) itu diduga terlibat dalam kasus penjualan mobil tua damkar pada tahun 2017 lalu.

“Benar, ada tiga ASN Satpol PP Damkar Payakumbuh yang ditahan sejak Rabu lalu (30/9), karena diduga terlibat kasus penjualan mobil tua damkar.  Mereka ditahan setelah berkas kasusnya dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan,” kata Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Pwawira melalui Kasat Reskrim AKP M Rosidi kepada Padang Ekspres, Kamis (1/10).

AKP M Rosidi mengatakan, tiga ASN Satpol PP Damkar Payakumbuh yang ditahan karena diduga terlibat kasus penjualan mobil tua Damkar itu berinisial AD, HL, dan DS. “Semuanya, adalah ASN atau Pegawai Negeri Sipil di Damkar Payakumbuh,” ujarnya.

Ketiga ASN ini diduga menjual mobil tua Damkar pada salah satu bengkel di Payakumbuh tahun 2017 lalu. Mobil tua Damkar yang dijual itu buatan Jepang, jenis Isuzu TX yang bersumber atau dibeli dari APBD Payakumbuh tahun 1980. Di Payakumbuh, mobil ini cukup dikenal masyarakat karena antik dan mereknya yang bernama “Buaya Darat”.

Baca Juga:  DAU-DID Berkurang, Pemko Kelabakan

“Mobil itu dijual ketiga ASN tahun 2017 lalu. Dari 2018 sampai 2019, Unit Tipikor melakukan penyelidikan atas kasus ini karena penjualan mobil itu diduga dilakukan tanpa menghapusnya dari aset daerahnya. Kemudian, dari 2019 sampai 2020, kasus penjualan mobil ini ke tahap penyidikan. Dan kini, berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa,” kata AKP M Rosidi.

Dia menyebut, kerugian dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp180 juta. “Ketiga tersangka dijerat melanggar Pasal 10 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal  55 Ayat 1 ke-1 KUHP Pidana,” ujar AKP M Rosidi.

Di sisi lain, Kepala Satpol PP Damkar Payakumbuh Devitra yang dikonfirmasi Padang Ekspres secara terpisah, mengaku sudah mendapat informasi, terkait penahanan yang dilakukan Unit Tipikor Polres Payakumbuh terhadap seorang Kasi dan dua staf Damkar. “Iya, kami sudah dapat informasi. Pemko Payakumbuh menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” kata Devitra singkat. (frv)