Tujuh Warga Positif, Pasar Payakumbuh Ditutup

Jajaran Pemko Payakumbuh saat melakukan Gerakan Bersama Pencegahan Virus Korona dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke pusat pertokoan bertingkat dan pusat pasar tradisional, Maret lalu. Dua bulan setelah penyemprotan disinfektan itu, pasar Payakumbuh bakal ditutup.

Pandemi virus korona (Covid-19) di Kota Payakumbuh semakin menjadi-jadi. Sampai Minggu malam (3/5), sudah tujuh kasus positif korona ditemukan di kota ini. Dari tujuh kasus yang ditemukan itu, 6 orang merupakan warga Payakumbuh dan 1 orang warga Kabupaten Agam yang sehari-hari berjualan rokok di Pasar Payakumbuh.

Melihat semakin tingginya penyebaran Covid-19 ini, terutama di sekitaran Pasar Payakumbuh, membuat Pemerintah Kota Payakumbuh pun “terpaksa” mengambil kebijakan “pahit”, dengan berencana menutup Pasar Payakumbuh, mulai Senin (4/5).

“Untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona atau Covid-19, kita akan melakukan penutupan di beberapa titik Pusat Pasar Payakumbuh. Penutupan akan dilakukan selama lima hari, mulai Senin (4/5),” kata Sekko Payakumbuh, Rida Ananda didampingi Asisten III, Amriyul Datuak Karayiang bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal menjelaskan, Positif Covid-19 Kota Payakumbuh dalam video conference, Minggu (3/5) siang.

Dua pasien positif terakhir, diketahui warga Aiatabik, Kecamatan Payakumbuh Timur dan satunya lagi diketahui warga Kecamatan Payakumbuh Selatan. “Iya, kasus kita bertambah dua lagi, dua orang itu sama-sama berinisial D, satu beralamat di Payakumbuh Selatan dan Inisial D yang kedua di Aiatabik. Keduanya terpapar secara kontak dengan kasus pertama dan masuk dalam satu cluster,” terang Bakhrizal.

Pada kesempatan yang juga dihadiri Kadis Kominfo Jhon Kenedy, Kepala BPBD Yufnany Away, Kepala Kesbangpol Budi Permana, Kabid Kominfo Hermanto itu, Bakhrizal juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi PSBB yang telah diberlakukan sejak beberapa waktu sebelumnya. “Kita juga meminta agar setiap masyarakat yang merasa pernah kontak dengan warga yang dinyatakan positif agar segera melapor,” harap dr. Bakhrizal.

Pusat Pasar Payakumbuh Ditutup 

Meningkatnya warga yang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Payakumbuh, membuat warga makin berisiko tertular. Sehingga Pemko Payakumbuh mengambil tindakan tegas untuk melakukan penutupan pusat pasar Payakumbuh atau pasar bertingkat.
Penutupan pasar akan dilakukan mulai Senin (4/5). Itu diungkapkan, Sekretaris Kota (Sekko) Payakumbuh, Rida Ananda saat Vicon bersama wartawan usai pengumuman penambahan jumlah warga positif Covid-19, Minggu siang.

Wajar saja jika tindakan tegas pencegahan diambil Pemerintah Kota Payakumbuh, pasalnya sudah Enam orang warga dinayatakan positif korona. Hampir keseluruhan mereka yang postif adalah orang-orang yang aktifitasnya berada di pasar yang jadi pedagang atau pembeli.

Penutupan pusat pasar Payakumbuh ini, kata Rida Ananda, akan mulai dilakukan Senin ini. “Mulai Senin, 4 Mei 2020 akan dilakukan penutupan Pusat Pasar Payakumbuh hingga lima hari ke depan,” kata Sekko.

Titik-titik pasar yang akan ditutup tersebut, mulai dari eks Bioskop Kencana-Kawasan Toko Emas Tinggi  yang berada di kawasan atau deretan toko Mas Asia, kemudian deretan Es Tebak Pak Bahar, Jalan A. Yani, seputaran Toko Mas Rambuti, Seputaran Soto Che dan Pasar Buah-buahan dekat Pos Polisi.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19, kita akan melakukan penutupan di beberapa titik Pusat Pasar Payakumbuh. Untuk pedagang buah akan kita pindahkan ke Pasar Tradisional Ibuah,” sebut Rida Ananda.

Dijelaskan Sekko Rida, rencana penutupan Pusat Pasar Payakumbuh tersebut, Pemko sudah bermusyawarah dengan pengurus Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) dan pihak IP3 setuju jika pasar ditutup untuk beberapa hari ke depan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 terhadap para pelaku pasar.

Saat diberlakukan penutupan Pusat Pasar Payakumbuh nantinya akan dilakukan juga penyemprotan disinfektan secara berkala dan kontiniu. “Sementara untuk pasar yang menjual kebutuhan pangan seperti kawasan Pasar Ibuh Payakumbuh tetap dibuka seperti biasa, namun pengamanan lebih ditingkatkan, pedagang dan penjual harus bisa menerapkan aturan protokol kesehatan saat wabah Covid-19, pakai masker dan bawa hand sanitizer untuk keamanan,” sebutnya.

Sementara itu, pengurus IP3 Hamdoni yang dikonfirmasi Padang Ekspres secara terpisah, membenarkan jika dia dihubungi Sekko Rida Ananda, terkait dengan rencana penutupan Pasar Payakumbuh selama lima hari. “Memang, rencana penutupan pasar ini, sudah dikonfirmasikan pak Sekda kepada kami,” kata Hamdoni.

Menurut Hamdoni, dia mewakili pengurus IP3, bersama dengan Yusra Maiza, Andi Maju Jaya, Bujang Rahmad, dan Desman, sudah menggelar pertemuan terkait dengan rencana penutupan pasar tersebut. “Sebagian pedagang setuju dengan penutupan pasar, sebagian tidak. Tapi pada prinsipnya, IP3 setuju dengan rencana penutupan pasar ini. Namun, IP3 berharap, kalau tidak ada penambahan kasus positif korona dari klaster pasar, maka janganlah pasar ditutup lima hari. Dicoba dulu agak dua atau tiga hari,” kata Hamdoni.

Pengurus IP3 juga berharap, selama penutupan pasar dilakukan, Pemko Payakumbuh dapat kembali melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kawasan pasar. “Kemudian, kepada teman-teman pedagang pasar dan masyarakat yang merasa pernah kontak, dengan mereka yang sudah terpapar Covid-19 di Payakumbuh, kami imbau agar tidak takut-takut untuk melapor dan melakukan pemeriksaan swab. Lebih baik kita jujur dengan diri dari pada membahayakan orang lain,” imbau Amdoni. (fdl/frv)