Guru SMPN 6 Payakumbuh Positif Covid-19

48
Jajaran Pemko Payakumbuh saat melakukan Gerakan Bersama Pencegahan Virus Korona dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke pusat pertokoan bertingkat dan pusat pasar tradisional, Maret lalu. Dua bulan setelah penyemprotan disinfektan itu, pasar Payakumbuh bakal ditutup.

Maksud hati ingin mendapatkan surat keterangan sehat dari Covid-19 sebagai salah satu syarat untuk berpergian ke Jakarta. Namun, guru SMPN 6 Payakumbuh berinisial N, 59, yang tinggal di kawasan Tarok, Tigo Koto Diateh, Payakumbuh Utara, justru terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona, setelah ia melakukan pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan secara mandiri di Semen Padang Hospital.

Kabar guru wanita ini terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Payakumbuh, dr. Bakhrizal dalam konferensi pers virtual, Rabu siang (3/6). Dalam konferensi pers secara online tersebut, dr Bakhrizal juga didampingi oleh Kepala Diskominfo Payakumbuh, Jhon Kenedi dan Kabid Humas, Hermanto.

Menurut dr Bakhrizal, guru N melakukan SWAB mandiri di Semen Padang Hospital karena ingin mendapatkan surat keterangan sehat dari Covid-19, salah satu syarat berpergian ke Jakarta. Namun, keinginan wanita ini meninggalkan Payakumbuh jadi terhalang, karena diketahui positif Covid-19.

“Sekarang ini yang bersangkutan isolasi mandiri di rumahnya sendiri di Tarok. Kemungkinan ibu guru ini kontak dengan orang positif virus korona, berasal dari tetangga satu kelurahan yang juga terkonfirmasi positif pada Mei bulan lalu,” kata dr Bakhrizal.

Bersama dengan guru SMPN 6 Payakumbuh ini, juga ada satu lagi warga Payakumbuh yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 pada Rabu siang (3/6). Warga tersebut adalah K, wanita 53 tahun yang sehari-hari tercatat sebagai pedagang nenas, tinggal di Kelurahan Padangtangah Balai nan Duo, Payakumbuh Barat.

Menurut dr Bakhrizal, sebelum dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, K diduga punya riwayat kontak dengan salah satu pedagang pasar terdahulu positif Covid-19. Dinas Kesehatan menyarankan K untuk menjalani isolasi di Balai Diklat SDM Sumbar di Padangbesi, Padang.

Di sisi lain, dengan adanya penambahan dua kasus positif Covid-19 pada Rabu siang (3/6), maka total warga Payakumbuh yang terinfeksi virus ini sudah menjadi 20 orang. Di mana dari 20 orang yang positif tersebut, baru 8 orang yang dinyatakan sembuh. Sedangkan 12 orang masih menjalani isolasi.

Mereka yang masih isolasi tersebut, selain N dan K adalah AL, warga Perumahan Mutiara Karina, Balaipanjang. Kemudian, JB, pedagang pasar Payakumbuh. Selanjutnya, FR, anak dari ELD, pedagang pasar Payakumbuh yang sudah sembuh dari Covid-19.

Berikutnya, W, 68, perempuan yang kontak dengan D di Toko Wan Susila Baru. Kemudian, J, wanita 53 tahun, juru toilet Muhammadiyah Napar, warga Koto Baru Balai Janggo. Mereka, menjalani karantina, bersama lima orang yang diumumkan positif korona sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Kelima orang tersebut adalah EM yang tinggal di lingkungan Tarok, Tigo Koto Diateh, Payakumbuh Utara. Kemudian, SFI, RP, AQ, dan SK yang tercatat sebagai satu keluarga di Padang Tangah Payobada,  Payakumbuh Timur. Di mana, AQ dan SK masih berusia 6 tahun dan 8 tahun.

“Ya. Sampai hari ini, masih ada 12 orang warga kita yang diisolasi. Dari 12 orang itu, 6 orang isolasi di rumah. Kemudian, 4 orang isolasi di Balai Diklat SDM Padangbesi. Selanjutnya, 1 orang di Semen Padang Hospital dan 1 orang di Wisma Kanwil Kemenag,” kata dr Bakhrizal.

Dia juga menyebut, selama masa darurat penanganan Covid-19, Dinas Kesehatan Payakumbuh sudah melakukan swab terhadap seribuan lebih warga. “Berdasarkan SWAB yang dilakukan, tercatat sudah 814 orang negatif. Dengan angka kematian 0,” pungkas dr Bakhrizal. (frv)